Kefamenanu, Radar Perbatasan. Com
Melestarikan budaya adalah upaya upaya menjaga, merawat dan mempertahankan nilai- nilai luhur, tradisi serta warisan leluhur agar tidak punah.
Menyadari hal tersebut Sanggar Sandelwood Timor melaksanakan kegiatan Pagelaran dan Workshop Tari Oli Bari, Tarian Tradisional Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) Provinsi NTT bertempat di Noemuti Kote Minggu 26 Juli hingga Selasa 28 Juli 2026.
Camat Noemuti Marianus Lopis, S. Pi pada acara pembukaan seremoni Workshop bertempat di Halaman Tengah SDK Noemuti 2 Minggu ( 26/7/2026) menegaskan melestarikan budaya bukan berarti kita menolak kemajuan zaman.
“Melestarikan budaya adalah upaya untuk menjaga, merawat dan mempertahankan nilai- nilai luhur, tradisi serta warisan leluhur agar tidak punah, ” tandas Marianus.
Hal ini lanjut Marianus, selaras dengan pasal 32 ( 1) Undang-Undang Dasar 1945 menggariskan bahwa Negara Memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai- nilai budayanya.
Dikatakannya, Tari Oli Bai bukan sekedar sebuah pertunjukan seni atau tontonan tetapi juga merupakan tuntunan yang mencerminkan identitas sebagai Atoin Kaes Metan, sejarah dan nilai- nilai luhur masyarakat Noemuti yang mencerminkan kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi serta kekayaan budaya yang kita miliki.
“Karena itu pelestarian Tari Oli Bai menjadi tanggungjawab kita bersama baik pemerintah lembaga, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, tokoh adat maupun seluruh masyarakat, ” tambahnya lagi.
Apresiasi
Camat Marianus pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Sanggar Sandelwood Timor yang menggagas dan mendukung upaya pelestarian budaya Atoin Kaes Metan berupa Tarian Oli Bai agar tetap hidup berkembang dan diwariskan kepada generasi penerus untuk membangun karakter, mempererat persaudaraan serta memperkokoh identitas Atoin Kaes Metan yang diawali dengan Workshop dan Pagelaran pada Selasa 28 Juli 2026 mendatang.
“Saya berharap Workshop ini menjadi wahana untuk belajar, berdiskusi dan berbagi pengetahuan mengenai sejarah, makna serta praktik Tari Oli Bai sehingga Budaya ini dapat terus dilestarikan dan semakin dikenal generasi muda maupun masyarakat luas. Juga kepada Penggagas saya berpesan boleh ada sentuhan modern tapi tidak menghilangkan keaslian Oli Bai baik Tari maupun musiknya, ” pinta Marianus.
Kepada seluruh peserta Marianus mengajak agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kesungguhan. Jadikan kesempatan ini sebagai bekal untuk bersama- sama menjaga serta mengembangkan warisan budaya yang menjadi kebanggaan orang Noemuti.
Sementara Ketua Sanggar Sandelwood Timor Teofilio Dasilva Amaral berharap agar dengan Workshop dan Pagelaran menyadarkan kembali Generasi muda Noemuti bahwa Tari Oli Bai pernah ada dan perlu dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus zaman.
“Dengan Workshop dan Pagelaran Tari Oli Bai menyadarkan generasi muda Noemuti bahwa budaya adalah identitas kita. Yang harus diwariskan kepada generasi muda. Dimanapun kita berada harus menunjukkan identitas kita sebagai orang Noemuti TTU, ” ujarnya.
Hadir pada seremoni pembukaan Camat Noemuti beserta istri, Kepala Desa Noemuti Rosa Fernandez, Narasumber Blasius Metkono, Ketua RT 06 Yasinta Meko, Ketua RT 02 Maria Goreti Ite, tokoh masyarakat Michael Bengu, Kobus Tilis, Wempi Fernandez dan Lambert Bifel.
Sedangkan dari Sanggar Sandelwood Ketua Teofilio didampingi Jose Antonio Lake, Dionisius Usfinit, Kaharudin, Firminus Bana dan Priska Siki.
Yuven Fernandez

















