Batam –
Kepedulian terhadap perlindungan perempuan dan anak terus digaungkan di tengah masyarakat. Melalui kerja sama antara organisasi Satgas NTT Peduli Kepri dan Susteran Gembala Baik, digelar kegiatan sosialisasi tentang pentingnya menghadirkan ruang aman bagi perempuan dan anak di Kapela St. Maria Guadalupe, Kampung Air, Batam Centre.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias itu dihadiri ratusan warga Kampung Air serta anggota Satgas NTT Peduli Kepri dari berbagai DPAC. Suasana kebersamaan tampak begitu kuat, terutama ketika peserta diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun intimidasi terhadap perempuan dan anak.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana memastikan perempuan dan anak benar-benar terlindungi, dihargai, dan memiliki kebebasan untuk berekspresi tanpa rasa takut. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan perlindungan sosial yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas terkecil.
Materi utama disampaikan oleh Musa Mau yang juga merupakan Ketua Jaringan Safe Migrant Peduli Perempuan dan Anak. Dalam pemaparannya,
Musa Mau menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan kebutuhan mendesak sekaligus fondasi penting dalam membangun masyarakat yang adil, setara, dan sejahtera.
Menurutnya, hingga saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan ruang aman bagi perempuan dan anak. Berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, perdagangan orang, hingga eksploitasi masih kerap terjadi dan menempatkan perempuan serta anak sebagai kelompok yang paling rentan.
“Perempuan dan anak harus bebas dari segala bentuk kejahatan yang sering menimpa mereka. Tidak boleh ada toleransi bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegas Musa Mau di hadapan peserta kegiatan.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar pentingnya mencegah berbagai bentuk kekerasan sejak dini.
Edukasi yang konsisten dinilai mampu melahirkan agen-agen perubahan di tengah masyarakat yang cinta damai dan memiliki kepedulian tinggi terhadap perlindungan perempuan dan anak.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat membantu menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan cukup memprihatinkan.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat, ruang-ruang aman diyakini dapat tercipta, sehingga perempuan dan anak dapat hidup dengan rasa aman, nyaman, dan bermartabat.
Laporan : Sebastian

















