banner 728x250

Diduga Proyek SPAM Hampir Rp1 Miliar di Leuwidamar Asal Jadi, Warga: Air Tak Mengalir dan Keruh Saat Musim Hujan

banner 120x600
banner 468x60

Lebak – Jum’at, 8 mei 2026 Program pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun pada tahun 2024 di Kampung Cakuem, Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang disebut-sebut menelan anggaran hampir Rp1 miliar tersebut diduga dikerjakan asal-asalan (ASJAD) dan hingga kini tidak memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.

 

banner 325x300

Sejumlah warga mengaku kecewa lantaran fasilitas air bersih yang diharapkan dapat membantu kebutuhan masyarakat justru diduga tidak berfungsi sebagaimana mestinya sejak awal pembangunan selesai dilakukan.

 

“Airnya kebanyakan tidak ada. Pernah mengalir juga waktu musim hujan, tapi airnya keruh dan kotor. Kalau musim kemarau sama sekali tidak ada air dari pertama dibangun sampai sekarang,” ungkap salah seorang warga kepada awak media.

 

Saat dikonfirmasi Oleh awak media Via WhatsApp, Namun Sangat Disayangkan Inisial TO Selaku Bagian Daripada Pihak Pemborong Bangunan Program Tersebut, TO tidak menjawab Apapun, Alias Bungkam. pada Jum’at, 8 mei 2026 siang.

 

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait kualitas perencanaan maupun pelaksanaan proyek SPAM tersebut. Pasalnya, anggaran yang nilainya hampir mencapai Rp1 miliar dinilai tidak sebanding dengan hasil pembangunan yang kini terbengkalai dan diduga mubazir.

 

Tak hanya itu, di tempat terpisah awak media kembali menerima informasi dari warga lainnya yang menyebut sumber air SPAM tersebut diduga bukan berasal dari mata air bersih langsung, melainkan dari aliran solokan kecil bercabang dua yang kondisinya kotor dan bahkan mengeluarkan bau tidak sedap.

 

“Di atas itu bukan mata air bersih, tapi seperti air solokan kecil dua arah. Tempatnya juga kotor dan sedikit bau,” ujar warga lainnya.

 

Jika informasi tersebut benar, maka hal ini dinilai sangat memprihatinkan karena program SPAM seharusnya menghadirkan akses air bersih layak konsumsi bagi masyarakat, bukan justru mengambil sumber air yang diduga tercemar dan tidak higienis.

 

Masyarakat mendesak pihak terkait, baik Pemerintah Kabupaten Lebak maupun aparat penegak hukum (APH), agar segera turun tangan melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek SPAM tersebut. Selain itu, warga meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran dan kualitas pekerjaan pembangunan yang diduga tidak sesuai spesifikasi.

 

Proyek yang menggunakan anggaran negara seharusnya mengutamakan kualitas, manfaat, dan keberlangsungan untuk masyarakat. Apabila benar ditemukan adanya dugaan kelalaian, pekerjaan asal jadi, hingga penyimpangan anggaran, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.

 

(HKZ)

banner 325x300
error: Content is protected !!