banner 728x250

Sinergi Kepri-NTT: Jaga Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan

Gubernur Ansar Ahmad dan Melkiades Laka Lena sepakati kerja sama konkret untuk genjot pertumbuhan ekonomi daerah

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat stabilitas ekonomi daerah. Pertemuan dua pimpinan daerah ini fokus pada pengendalian inflasi, ketahanan pangan, hingga studi banding pengelolaan daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menekankan bahwa kemiripan karakteristik wilayah kepulauan menjadi modal kuat bagi kedua provinsi untuk saling mengisi.

banner 325x300

“Dengan berbagai kesamaan kondisi ini, kita bisa saling menukarkan kelebihan dan kekurangan untuk membangun kerja sama konkret di kemudian hari,” ujar Emanuel saat mengunjungi Gedung Daerah, Tanjungpinang, pada Senin 11 Mei 2026.

Geliat Ekonomi NTT

Dalam pertemuan tersebut, Emanuel memaparkan kondisi ekonomi NTT yang relatif terjaga. Saat ini, inflasi di NTT berada di bawah 3 persen, yang masuk dalam kategori aman menurut indikator Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.

Pertumbuhan ekonomi NTT juga menunjukkan tren positif. Pada triwulan I-2026, angkanya meningkat menjadi 5,32 persen, naik dari 5,14 persen pada tahun sebelumnya. Kota Kupang dan Kabupaten Manggarai Barat tetap menjadi motor utama penggerak ekonomi di sana.

“Kami ingin pusat pertumbuhan baru muncul di setiap kabupaten sesuai potensi masing-masing daerah. Tidak perlu semua daerah memiliki sektor yang sama,” tambahnya.

Dominasi Maritim dan Investasi Kepri

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyambut baik sinergi tersebut dengan membedah berbagai potensi strategis wilayahnya. Sebagai provinsi maritim, Kepri memiliki luas laut mencapai 417 ribu kilometer persegi dengan potensi hasil tangkapan mencapai 1,3 juta ton.

“Kepri adalah salah satu dari tiga pintu masuk utama wisatawan mancanegara di Indonesia bersama Bali dan Jakarta. Kami terus mengembangkan konsep cross border tourism dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand,” jelas Ansar.

Di sektor investasi, Ansar menonjolkan kemajuan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang mencatat investasi Rp21 triliun, serta Batam Nongsa Digital Park yang kini berkembang sebagai pusat pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan pusat data nasional.

Prestasi Tertinggi di Sumatera

Catatan ekonomi Kepri di bawah kepemimpinan Ansar menunjukkan hasil yang gemilang. Pada triwulan I-2026, ekonomi Kepri tumbuh 7,04 persen (yoy), menempatkannya di peringkat pertama di Sumatera dan kelima secara nasional.

Tak hanya itu, angka kemiskinan di Kepri terus ditekan hingga mencapai 4,26 persen, terendah di Sumatera. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri tahun 2025 yang menyentuh angka 80,53 juga menjadi yang terbaik di luar Pulau Jawa.

“Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) kita juga meningkat menjadi 83,68 poin, menempatkan Kepri di posisi tiga besar regional Sumatera,” tutup Ansar.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ky

banner 325x300
error: Content is protected !!