banner 728x250

Kodim 0315 Bangun Jembatan Armco Pasca-Banjir di Bintan

Akses Transportasi Dipercepat demi Memulihkan Ekonomi dan Mobilitas Pelajar di Dua Desa

banner 120x600
banner 468x60

BINTAN, Radar Perbatasan.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0315/Tanjungpinang resmi memulai pembangunan Jembatan Armco di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Kamis 7 Mei 2026. Infrastruktur ini dibangun sebagai solusi strategis untuk memulihkan akses transportasi warga yang kerap lumpuh total akibat banjir.

Pembangunan difokuskan pada lima titik krusial di Desa Toapaya Selatan dan Desa Toapaya Utara. Proyek ini diproyeksikan menjadi “nadi” baru bagi mobilitas warga, terutama dalam menjamin kelancaran distribusi hasil perkebunan dan akses pendidikan.

banner 325x300

Bagian dari Program Jembatan Garuda

Proyek ini bukan sekadar pembangunan biasa, melainkan bagian dari Program Jembatan Garuda yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Di bawah komando Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Dansatgas, program ini bertujuan menggenjot infrastruktur di wilayah terdampak bencana dan daerah terpencil di seluruh Indonesia

Komandan Kodim 0315/Tanjungpinang, Kolonel Inf Abdul Hamid, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur desa ini merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kehadiran jembatan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung aktivitas masyarakat. Kami ingin memastikan konektivitas antarwilayah tidak lagi terhambat, sehingga sektor pertanian dan ekonomi lokal bisa tumbuh optimal,” ujar Abdul Hamid, Kamis.

Saat ini, personel TNI telah mulai merakit rangka baja di lapangan. Adapun sebaran lima titik pembangunan tersebut meliputi:

* Desa Toapaya Selatan: Area Sungai Mentrus dan Sungai Kongsi.
* Desa Toapaya Utara: Area Sungai Bangun Rejo, Sungai Kangboi Dalam, dan Sungai Lome.

Secara teknis, jembatan ini menggunakan konstruksi plat baja multi-plate (Armco) dengan sistem tiga lubang sebagai penopang utama. Desain ini dipilih karena daya tahannya yang tinggi terhadap beban kendaraan pengangkut hasil bumi serta kemampuannya mengalirkan debit air yang besar saat cuaca ekstrem.

Pengerjaan infrastruktur ini mengedepankan semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami mengapresiasi partisipasi aktif warga. Dengan kerja sama ini, kami optimis pembangunan selesai tepat waktu sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan sebagai jalur penghubung utama antar-desa,” pungkas Dandim.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!