banner 728x250

Satu-satunya di Bintan, Bupati Roby Resmikan Kantor MWC-NU

Lahir dari tanah wakaf dan koin infak warga, gedung permanen di Gunung Kijang ini jadi simbol kemandirian Nahdliyin

banner 120x600
banner 468x60

BINTAN, Radar Perbatasan.com – Selasa malam 5 Mei 2026, sebuah sejarah baru diukir di Kecamatan Gunung Kijang. Di bawah pendar lampu dan suasana ukhuwah yang kental, ratusan warga Nahdliyin berkumpul dengan satu kebanggaan yang sama.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, hadir untuk satu misi penting: meresmikan Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Gunung Kijang.

banner 325x300

Ini bukan gedung biasa. Di seluruh Kabupaten Bintan, inilah satu-satunya tingkat kecamatan (MWC) yang sudah memiliki kantor dengan bangunan permanen.

“Kita patut berbangga. Kantor yang hari ini kita resmikan adalah satu-satunya MWC-NU dengan gedung permanen di Bintan. Ini tonggak penting penguatan kelembagaan kita,” ujar Roby dengan nada penuh syukur.

Monumen Gotong Royong

Di balik kokohnya bangunan itu, terselip kisah tentang ketulusan. Roby menceritakan bahwa gedung ini tidak jatuh dari langit. Ia tegak berdiri berkat kontribusi kolektif yang mengharukan.

Tanahnya adalah wakaf dari almarhum H. Sanrosyid. Sementara biaya pembangunannya, yang dicicil sejak tahun 2020, bersumber dari infak dan sumbangan sukarela warga. Inilah wujud nyata kemandirian organisasi.

Bagi Roby, NU bukan sekadar organisasi massa. NU adalah jangkar.

“Bukan hanya soal agama, NU adalah pilar penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan merawat nilai-nilai kebangsaan kita,” tegasnya.

Rumah Besar Umat

Roby tidak ingin gedung ini hanya menjadi simbol mati. Dia menitipkan pesan agar kantor ini menjadi “dapur” pengabdian bagi masyarakat Gunung Kijang. Menjadi pusat bagi kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah yang menyejukkan.

Dia berharap, dari gedung inilah terpancar semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insani yah. Tiga pilar persaudaraan yang menjadi ciri khas kaum sarungan.

“Saya ingin kantor ini membawa manfaat besar. Menjadi wadah untuk memperkuat persatuan kita di bumi Bintan,” tambahnya.

Pintu Keberkahan

Peresmian itu ditandai dengan lafal “Bismillahirrahmanirrahim”. Dengan satu kalimat itu, operasional kantor resmi dimulai. Pemkab Bintan pun berjanji akan terus berdiri di belakang kegiatan positif NU untuk membangun masyarakat yang religius dan sejahtera.

Malam itu ditutup dengan doa. Harapannya melangit: agar gedung yang dibangun dari keringat dan doa warga ini, menjadi sumber keberkahan bagi generasi mendatang.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!