banner 728x250

Petani Haliklaran Didorong Manfaatkan Kelebihan Air MT 1 untuk Tanam Padi Lahan Kering

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, 5 Mei 2026 —

Pemerintah desa di Kecamatan Weliman mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan lahan pada Musim Tanam I (MT 1) dengan menanam padi lahan kering, menyusul tingginya curah air yang selama ini justru merugikan petani jagung.

banner 325x300

 

Kepala Desa Haliklaran, Nus Klau, mengatakan sejumlah wilayah seperti Dusun Umaleo, Laen Kulu, dan Haliklaran memiliki potensi besar untuk pengembangan padi lahan kering karena ketersediaan air yang melimpah pada MT 1.

 

“Selama ini petani tanam jagung, tetapi banyak yang gagal panen karena tanaman tergenang air. Sekarang kita arahkan untuk tanam padi lahan kering, dan hasilnya sudah terbukti bisa mencapai 40 hingga 50 karung,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, pendekatan ini merupakan bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan kondisi alam yang ditandai dengan kelebihan air pada musim tanam pertama.

 

Karena itu, pemerintah desa bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) terus melakukan pendampingan teknis agar petani mampu menyesuaikan pola tanam.

 

Selain Haliklaran, desa Bontas dan Umalawain juga dinilai memiliki potensi serupa untuk memanfaatkan kelebihan air pada MT 1.

 

Pemerintah desa pun berkomitmen memperluas edukasi kepada masyarakat agar lebih responsif terhadap perubahan iklim dan mampu mengelola lahan secara optimal.

 

Untuk musim tanam berikutnya (MT 2), masyarakat diarahkan menanam komoditas hortikultura seperti sayuran, yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan.

 

Ke depan, pada tahun 2027, pemerintah desa berencana mengembangkan sistem sawah tadahan sebagai solusi jangka panjang guna menampung dan memanfaatkan kelebihan air di MT 1.

 

“Kita ingin masyarakat punya strategi bertani yang sesuai dengan potensi alam. Jadi tidak lagi mengalami kerugian, tetapi justru bisa meningkatkan hasil produksi,” tutup Nus Klau.

 

 

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!