BINTAN, Radar Perbatasan.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, memberikan pesan menohok saat menjadi narasumber Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XXV di Bintan, pada Rabu 29 April 2026. Di hadapan para abdi negara muda, Misni mewanti-wanti agar ASN tidak terjebak dalam gaya hidup mewah.
“Di tengah situasi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai kesulitan, ASN harus hadir sebagai penyejuk dan pemberi solusi, bukan justru menunjukkan gaya hidup mewah,” tegas Misni di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepri, Ceruk Ijuk.
Menurutnya, profesionalisme tidak sekadar urusan seragam atau kemampuan teknis. Lebih dari itu, integritas dan etika adalah harga mati. Apalagi, posisi Kepri sebagai “Beranda NKRI” menuntut aparatur yang punya mental baja.
Tantangan Geografis dan Digital
Misni memaparkan fakta unik Kepri: luas wilayahnya mencapai 425.214,72 km^2, namun 98 persen di antaranya adalah lautan. Dengan penduduk lebih dari 2,2 juta jiwa, ASN Kepri wajib adaptif terhadap pembangunan berbasis maritim.
Dia tak menampik adanya raport merah yang masih membayangi birokrasi, mulai dari gagap teknologi, budaya kerja yang kaku, hingga minimnya literasi keuangan.
Internalisasi BerAKHLAK
Solusinya, kata Misni, adalah nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Dia meminta ASN menjadi problem solver yang bekerja melampaui standar minimal.
“ASN adalah pahlawan masa kini. Utamakan kepentingan bangsa di atas pribadi. Jadilah corong pemerintah yang memberikan pemahaman benar kepada rakyat,” tambahnya.
Menutup arahannya, Misni mengingatkan bahwa menjadi ASN adalah sebuah takdir pengabdian.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.
Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Zah

















