banner 728x250

Andi Cori Tabuh Genderang Perang Lawan Wali Kota

Dugaan "Main Mata" dengan Pengembang Nakal, Ribuan Warga Tanjungpinang Jadi Korban Infrastruktur Tak Layak

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Suasana politik di Kota Tanjungpinang mendadak mendidih. Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Andi Cori Patahuddin, secara terbuka menyatakan “perang” terhadap kepemimpinan Wali Kota Lis Darmansyah pada Minggu, 26 April 2026.

Membawa slogan “Berbenah”, Cori melontarkan kritik pedas terkait carut-marutnya pengawasan pengembang (developer) di ibu kota Kepri tersebut. Dia menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang seolah menutup mata dan membiarkan warganya menjadi korban praktik pembangunan yang jauh dari standar kelayakan.

banner 325x300

“Jangan ada lagi yang pro terhadap pemerintahan saat ini. Kami lawan dan akan terus kami lawan!” tegas Cori dalam pernyataan tertulisnya.

Air Mirip Comberan dan Infrastruktur “Asal Jadi”

Persoalan utama yang disorot adalah kondisi perumahan yang memprihatinkan, seperti yang terjadi di kawasan Kristal Abadi dan sejumlah titik lainnya. Andi membeberkan fakta pahit di lapangan: warga dipaksa menggunakan air yang kualitasnya tidak layak konsumsi dan berwarna keruh layaknya air kotor.

Tak hanya masalah air, sistem sanitasi yang berantakan, drainase yang mati, hingga pengerasan jalan (semenisasi) yang dibangun asal-asalan menjadi potret buram hunian di Tanjungpinang saat ini.

“Masyarakat tertipu. Mereka membeli rumah dengan harapan hidup layak, tapi yang didapat justru sebaliknya. Ini mencederai hak dasar warga sebagai konsumen,” cetusnya dengan nada geram.

Tudingan “Praktik di Balik Meja”

Sorotan tajam Cori juga tertuju pada integritas sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari Dinas PUPR, Dinas Perkim, hingga Dinas Penanaman Modal dan PTSP. Dia mencurigai adanya “main mata” antara oknum pemerintah dan pengembang nakal sehingga izin dan serah terima aset bisa berjalan mulus.

Kecurigaan ini bukan tanpa alasan. Dia mempertanyakan bagaimana mungkin aset perumahan dengan fasilitas umum (fasum) yang rusak berat bisa diterima begitu saja oleh pemerintah tanpa adanya perbaikan terlebih dahulu.

“Kalau aset rusak tetap diterima, artinya pemerintah ikut melegalkan pelanggaran. Jangan sampai muncul kesan pembiaran, apalagi dugaan praktik di balik meja. Pemerintah wajib transparan!” serunya.

Sinyal “Putus Hubungan” dengan Wali Kota

Di akhir pernyataannya, Andi Cori memberikan pesan menohok bagi Lis Darmansyah. Sebagai orang yang mengaku pernah mendukung sang Wali Kota di masa lalu, Cori menyatakan kekecewaannya telah mencapai puncaknya.

Dia mendesak adanya evaluasi total terhadap seluruh OPD terkait agar tidak ada lagi masyarakat yang dikorbankan demi kepentingan segelintir pengusaha.

“Selamat tinggal Lis Darmansyah. Sebagai pemangku kebijakan, Anda gagal memberikan yang terbaik untuk warga. Kami tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya,” pungkas Cori.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!