Jambi –
Dalam momentum peringatan Hari Bumi yang jatuh pada bulan April, Ketua LCKI Jambi, Mappangara HK, mengajak masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, untuk menjaga dan melestarikan hutan mangrove demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan nelayan.
Ajakan tersebut disampaikan Mappangara sebagai bagian dari komitmen LCKI Jambi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, yang selama ini diwujudkan melalui berbagai program nyata, salah satunya penanaman bibit mangrove bersama masyarakat.
Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove telah menjadi agenda rutin tahunan LCKI Jambi dan direncanakan kembali dilaksanakan pada bulan Mei mendatang di Desa Alang-Alang, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Sejak awal, kami sudah memiliki program pembibitan dan penanaman mangrove. Ini bukan hal baru, tetapi komitmen berkelanjutan yang terus kami lakukan bersama masyarakat,” ujar Mappangara.
Ia juga menambahkan bahwa upaya tersebut sebelumnya telah mendapat pengakuan nasional melalui penghargaan Kalpataru yang diberikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai bentuk apresiasi terhadap kepedulian dan kontribusi dalam pelestarian lingkungan.
Lebih lanjut, Mappangara menegaskan pentingnya menjaga ekosistem mangrove, terutama di wilayah pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat, yang memiliki potensi hutan mangrove cukup luas.
“Hutan mangrove memiliki banyak manfaat, mulai dari menjaga keseimbangan ekosistem laut hingga mendukung kehidupan para nelayan. Jika mangrove terjaga, maka hasil laut juga akan tetap tersedia,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Mappangara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat bumi sebagai bentuk investasi bagi generasi mendatang.
“Mari kita rawat bumi seperti kita menanam harapan, demi anak cucu kita ke depan,” tutupnya.
Editor : Boni Atolan

















