Malaka –
Ikatan Mahasiswa Dawan “R” (IMADAR) Kefamenanu melontarkan kritik keras terhadap anggota DPRD Kabupaten Malaka, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, yang hingga saat ini dinilai tidak pernah melaksanakan reses secara nyata di tengah masyarakat.
Ketua Umum IMADAR Kefamenanu, Marlianus Jeriyanto Manek yang akrab disapa Jeri, menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formalitas, melainkan kewajiban mutlak yang harus dijalankan oleh setiap wakil rakyat.
“Reses itu bukan pilihan, tetapi kewajiban. Jika sampai hari ini tidak dilakukan, maka patut dipertanyakan komitmen DPRD terhadap rakyat yang telah memilih mereka,” tegas Jeri dengan nada keras.
Menurutnya, reses adalah satu-satunya ruang resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi. Namun fakta di Dapil III justru menunjukkan ketidakhadiran wakil rakyat di tengah masyarakat.
“Kami tidak pernah melihat ataupun merasakan adanya reses. Ini adalah bentuk nyata pengabaian terhadap hak rakyat untuk didengar,” lanjutnya.
Lebih jauh, Jeri menegaskan bahwa tidak dilaksanakannya reses berdampak langsung pada kondisi pembangunan yang hingga kini dinilai memprihatinkan.
“Ketika reses tidak dilakukan, maka aspirasi rakyat tidak pernah sampai ke meja kebijakan. Akibatnya jelas jalan rusak dibiarkan, jembatan tidak diperhatikan, dan kebutuhan dasar masyarakat terus terabaikan. Ini bukan sekadar kelalaian, ini kegagalan menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat,” tegasnya.
IMADAR Kefamenanu bahkan menilai DPRD Kabupaten Malaka saat ini telah kehilangan arah dan fungsi utamanya sebagai penyambung lidah rakyat.
“Jangan sampai DPRD hanya menjadi penyambung kepentingan elit. Jika rakyat tidak didengar, lalu siapa yang sebenarnya mereka wakili?” kritik Jeri.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD memiliki tanggung jawab besar melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Namun tanpa reses, fungsi tersebut dinilai hanya berjalan di atas kertas tanpa menyentuh realitas di lapangan.
IMADAR Kefamenanu mendesak seluruh anggota DPRD Kabupaten Malaka, khususnya dari Dapil III, untuk segera turun ke lapangan dan melaksanakan reses secara terbuka dan transparan.
“Kami tegaskan, jangan tunggu tekanan publik yang lebih besar. Segera turun dan temui rakyat. Dengarkan mereka, lihat langsung kondisi jalan, jembatan, dan kehidupan masyarakat. Itu tugas kalian sebagai wakil rakyat,” tegas Jeri.
Ia juga mengingatkan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap DPRD akan runtuh.
“Rakyat tidak butuh janji, rakyat butuh kehadiran. Jika reses saja tidak dilakukan, maka wajar jika kepercayaan publik hilang. Ini peringatan keras,” tutupnya.
Tim

















