banner 728x250

Pastor Paroki Kaputu Klarifikasi Insiden Aula Paroki, Upaya Penyelesaian Internal Sedang Ditempuh

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, 18 April 2026 –

Pastor Paroki Kaputu, Rm. Erwinus Yohanes Asa, PR. menyampaikan klarifikasi terkait insiden dugaan penganiayaan yang terjadi di Aula Paroki Kaputu pada 5 April 2026.

banner 325x300

Ia menegaskan bahwa pihak paroki tengah mengupayakan penyelesaian secara internal dengan melibatkan semua pihak yang terkait.

Menurut Pastor Paroki, langkah-langkah komunikasi telah dilakukan guna meredam situasi dan mencegah konflik berkepanjangan.

“Kami sudah menghubungi semua pihak yang terlibat dan meminta mereka untuk menahan diri. Saat ini tinggal menunggu waktu yang tepat untuk penyelesaian secara baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa persoalan tersebut merupakan bagian dari dinamika internal umat, sehingga diharapkan dapat diselesaikan secara bijaksana dalam semangat kekeluargaan.

Pihaknya juga mengimbau agar semua pihak, tidak membesar-besarkan persoalan tersebut.

“Ini persoalan internal umat. Kita semua memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk menyelesaikannya dengan baik. Karena itu, kami berharap tidak perlu diperkeruh atau dibesar-besarkan,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya terkait laporan dugaan penganiayaan yang dilayangkan oleh salah satu warga ke Polsek Sasitamean.

Dalam pemberitaan tersebut, korban mengaku mengalami tindakan kekerasan fisik di Aula Paroki Kaputu dan berharap proses hukum dapat segera dipercepat.

Menanggapi hal itu, Pastor Paroki tidak membantah adanya insiden, namun menekankan bahwa pendekatan persuasif dan dialog antar pihak menjadi prioritas utama gereja dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Meski demikian, proses hukum yang sedang berjalan di Polsek Sasitamean tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Pihak paroki menyatakan menghormati proses tersebut, sembari tetap mendorong penyelesaian secara damai di tingkat internal umat.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan situasi tetap kondusif dan semua pihak dapat menahan diri, sambil memberi ruang bagi upaya penyelesaian yang mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan, kedamaian, dan persatuan umat.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!