banner 728x250

Pererat Silaturahmi, IKKAJA Lepas Lima Calon Haji Jemaja

Momentum Halal Bihalal Menjadi Ruang Doa dan Penguat Persaudaraan di Asrama Haji

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Suasana hangat menyelimuti aula Asrama Haji Tanjungpinang pada Sabtu, 11 April 2026. Puluhan pasang mata tampak berbinar, memancarkan rasa rindu yang tuntas terbayar. Ikatan Keluarga Kepulauan Jemaja-Anambas (IKKAJA) Tanjungpinang dan Bintan menggelar ritual tahunan yang paling dinanti: Halal Bihalal.

Acara ini bukan sekadar seremoni pasca-Lebaran. Lebih dari itu, ia menjadi jembatan emosional bagi warga perantauan asal Jemaja yang kini menetap di Tanjungpinang dan Bintan.

banner 325x300

Doa untuk Tamu Allah

Tahun ini, Halal Bihalal IKKAJA terasa lebih sakral. Di tengah riuh rendah tegur sapa, ada selipan doa yang khusyuk untuk lima orang warga Jemaja yang bersiap berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Ketua IKKAJA Tanjungpinang-Bintan, Basyaruddin Idris, S.H., atau yang akrab disapa Oom, memberikan pesan menyentuh bagi para calon jamaah haji tersebut.

“Semoga menjadi haji yang mabrur. Perjalanan ini adalah panggilan jiwa, dan kami semua di sini melepas dengan doa terbaik,” ujar Oom dengan nada penuh takzim.

Merawat Akar Persaudaraan

Bagi Basyaruddin, kekuatan utama warga Jemaja di perantauan adalah kekompakan. Dia menegaskan bahwa agenda seperti ini adalah “bahan bakar” untuk menjaga nyala persaudaraan agar tidak redup ditelan kesibukan kota.

Poin Utama Pesan Basyaruddin Idris:

* Silaturahmi Tanpa Batas: Mempertemukan warga dari berbagai latar belakang profesi dalam satu ikatan kekeluargaan.
* Mempererat Persaudaraan: Menjadikan IKKAJA sebagai rumah bersama untuk saling bantu dan saling jaga.
* Spirit Keagamaan: Menjadikan momentum haji sebagai pengingat untuk terus meningkatkan kualitas iman kolektif.

“Dengan silaturahmi, kita mempererat persaudaraan. Tidak ada yang lebih berharga daripada rasa senasib sepenanggungan sebagai anak pulau di tanah rantau,” tambah sosok yang dikenal vokal dan peduli pada isu sosial ini.

Acara ditutup dengan bersalam-salaman dan makan bersama, sebuah tradisi khas yang menegaskan bahwa meski raga jauh dari Kepulauan Anambas, adat dan rasa kekeluargaan Jemaja tetap melekat erat di hati.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!