JAKARTA, Radar Perbatasan.com – Suasana hangat menyelimuti Swiss-Belresidences Epicentrum, Kuningan, Jakarta, pada Sabtu 11 April 2026. Lebih dari 80 alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta berkumpul, bukan sekadar untuk bersalaman dalam bingkai halalbihalal nasional, melainkan untuk memanaskan kembali mesin pengabdian bagi almamater dan bangsa.
Pertemuan yang diinisiasi oleh komunitas Janabadra Club ini menjadi panggung bagi para tokoh lintas generasi yang kini sukses berkiprah di berbagai sektor. Salah satunya adalah Firman Jaya Daeli, alumni senior yang juga mantan anggota DPR-RI dan MPR-RI.
Dalam sambutannya, Firman mengingatkan bahwa ada “DNA” khusus yang mengalir di setiap lulusan Janabadra: semangat nasionalisme dan patriotisme.
“Karakter pendidikan kita kental dengan semangat nasionalisme-patriotisme. Ini bukan sekadar jargon, tapi harus terwujud nyata dalam setiap aktivitas profesional kita di mana pun berada,” tegas Firman.
Kontribusi Nyata Lewat Literasi
Tak hanya sekadar temu kangen, pertemuan ini juga melahirkan aksi konkret. Heroe Waskito, Ketua Umum Pergerakan Advokat sekaligus alumni UJB, membocorkan proyek besar yang tengah digarap para alumni: Dua buah buku sejarah dan pergerakan.
Direncanakan terbit pada Mei mendatang, kedua buku ini memiliki fokus yang berbeda namun saling melengkapi:
* Buku Pertama: Memotret filosofi, karakter pendidikan, dan sejarah berdirinya Universitas Janabadra.
* Buku Kedua: Mengulas dinamika perjuangan serta rekam jejak pergerakan mahasiswa Janabadra dari masa ke masa.
“Kami ingin mendokumentasikan semangat dan sejarah kampus agar menjadi warisan literasi bagi generasi mendatang. Ini adalah bentuk dedikasi kami agar identitas Janabadra tetap terjaga,” ungkap Heroe.
Menuju Sinergi Nasional
Gairah kebersamaan ini diharapkan tidak berhenti di Jakarta. Soes Hindarno, salah satu penggerak alumni, menyuarakan pentingnya memperluas jaringan Janabadra Club ke seluruh penjuru tanah air.
“Penting untuk membangun sinergitas nasional. Jika potensi alumni yang tersebar di daerah-daerah menyatu, ini akan menjadi kekuatan besar bagi almamater dan masyarakat luas,” tutur Soes penuh optimisme.
Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini ditutup dengan sesi foto bersama. Meski telah meniti karier masing-masing, ikatan sebagai bagian dari “Kampus Kebangsaan” terbukti tetap solid melintasi zaman.
Editor: Budi Adriansyah

















