banner 728x250

Perkuat Sinergi, Lapas Tanjungpinang dan BNN Komit Berantas Narkoba

Langkah Strategis Mewujudkan Lapas "Bersinar" Melalui Kolaborasi Intensif Antar-Aparat Penegak Hukum di Kepulauan Riau

banner 120x600
banner 468x60

BINTAN, Radar Perbatasan.com – Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang terus tancap gas dalam memperkuat barisan pemberantasan narkotika. Pada Senin 13 April 2026, sebuah kunjungan kerja strategis dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang menjadi momentum krusial untuk memperkokoh koordinasi antar-Aparat Penegak Hukum (APH).

Kedatangan Kepala BNN Kota Tanjungpinang, Kombes Pol. Mohamad Dafi Bastomi, disambut hangat oleh Kalapas Narkotika Tanjungpinang, Fauzi Harahap, beserta seluruh jajaran pejabat struktural. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kalapas tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan forum diskusi intensif demi memutus mata rantai peredaran gelap narkoba.

banner 325x300

Fokus Utama: P4GN dan Program Rehabilitasi

Diskusi hangat tersebut memfokuskan pada penguatan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Kedua instansi sepakat untuk mengoptimalkan pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui rencana aksi nyata.

Tujuannya satu: mewujudkan lingkungan Lapas yang Bersih dari Narkoba (Bersinar).

“Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan deteksi dini terhadap gangguan keamanan. Kami ingin memastikan pengawasan dan rehabilitasi bagi warga binaan berjalan secara berkelanjutan,” tegas Fauzi Harahap.

Soliditas Tanpa Batas

Pertemuan yang berjalan kondusif ini mencerminkan soliditas yang kuat antara jajaran Pemasyarakatan dan BNN. Sinergi ini diharapkan tidak hanya tajam dalam penindakan, tetapi juga efektif dalam upaya preventif.

Melalui kolaborasi yang semakin erat, koordinasi antar-instansi di wilayah Tanjungpinang dan Bintan kini semakin solid. Langkah ini menjadi bukti nyata integritas institusi dalam menjaga wilayah Kepulauan Riau dari ancaman narkotika yang merusak generasi bangsa.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!