TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 mendatang, Polresta Tanjungpinang tidak mau kecolongan. Langkah preventif mulai diambil dengan mematangkan kesiapan personel melalui latihan pengendalian massa (Dalmas).
Senin pagi, 13 April 2026, Lapangan Apel Bhayangkara Polresta Tanjungpinang tampak berbeda. Ratusan personel berseragam lengkap berkumpul. Tak tanggung-tanggung, latihan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta.
Latihan ini melibatkan seluruh elemen kekuatan:
* Pejabat Utama (PJU) Polresta Tanjungpinang.
* Seluruh Kapolsek jajaran dan perwira.
* Personel Polresta Tanjungpinang.
* 1 Pleton BKO dari Dit Samapta Polda Kepri (30 personel).
Bukan Sekadar Rutinitas
Kapolresta Indra Ranu menegaskan bahwa latihan ini adalah langkah strategis. Tujuannya jelas: mengasah keterampilan, menjaga kekompakan, dan memastikan setiap pergerakan di lapangan berjalan satu komando.
“Kami ingin memastikan seluruh personel siap melaksanakan tugas pengamanan secara profesional dan humanis. Pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas kami,” ujar Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta di sela-sela kegiatan.
Cek Fisik Peralatan
Tak hanya soal skill individu, Kombes Pol. Indra juga melakukan inspeksi mendadak terhadap alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan perlengkapan Dalmas. Mulai dari tameng, tongkat, hingga kendaraan taktis dicek satu per satu. Dia ingin memastikan tidak ada kendala teknis saat sarana prasarana tersebut dibutuhkan di lapangan.
Simulasi Situasi Genting
Dalam sesi latihan, para personel memperagakan berbagai formasi teknis untuk menghalau massa. Simulasi penanganan situasi kontinjensi (darurat) juga dilakukan guna melatih insting koordinasi antar unit.
Dengan persiapan yang matang ini, Polresta Tanjungpinang mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: Kota Gurindam harus tetap aman, damai, dan kondusif. May Day diharapkan menjadi momentum penyampaian aspirasi yang tertib tanpa mengganggu stabilitas keamanan wilayah.
Editor: Budi Adriansyah

















