TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Lapangan futsal pagi ini tak sekadar menjadi saksi adu taktik si kulit bundar. Lebih dari itu, lapangan tersebut menjadi panggung hangatnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan kaum intelektual muda di Kota Tanjungpinang.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, turun langsung memimpin jajarannya untuk berolahraga bersama mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Tanjungpinang, pada Jumat 10 April 2026.
Mengenakan setelan olahraga, Kapolresta tak tampak berjarak. Bersama para Pejabat Utama (PJU) Polresta Tanjungpinang, mereka melebur dalam semangat kebersamaan bersama perwakilan berbagai organisasi kepemudaan.
Membangun Komunikasi Tanpa Sekat
Bagi Kombes Pol Indra Ranu Dikarta, olahraga adalah bahasa universal. Melalui keringat dan tawa di lapangan, sekat-sekat formalitas luruh, berganti dengan komunikasi yang lebih cair dan harmonis.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani. Ini adalah sarana mempererat silaturahmi. Kami ingin membangun kebersamaan agar tercipta sinergi positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” ujar Kombes Pol Indra di sela-sela kegiatan.
Dia menegaskan bahwa mahasiswa adalah mitra strategis Polri. Dalam menjaga stabilitas kota, peran aktif mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang sekaligus penyambung lidah masyarakat.
Apresiasi dari Mahasiswa
Langkah humanis Kapolresta ini mendapat jempol dari para aktivis Cipayung Plus. Mereka menilai, pendekatan melalui olahraga jauh lebih efektif dalam membangun rasa saling percaya (trust) dibandingkan pertemuan formal di ruang rapat.
Mahasiswa berharap tradisi “olahraga bareng” ini terus berlanjut. Mereka menginginkan wadah komunikasi yang santai namun berisi, di mana aspirasi pemuda bisa didengar langsung oleh pimpinan kepolisian tanpa prosedur yang kaku.
Solid demi Tanjungpinang Kondusif
Pertandingan futsal ini diakhiri dengan jabat tangan erat dan foto bersama yang penuh keakraban. Harapannya jelas: Kemitraan yang Solid.
“Dengan hubungan yang semakin kuat, kami yakin stabilitas keamanan di Kota Tanjungpinang akan terus terjaga. Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk kota ini,” tutup Kapolresta dengan nada optimistis.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, Polresta Tanjungpinang membuktikan bahwa menjaga keamanan kota tak selalu harus dengan tindakan represif, tapi bisa dimulai dari tendangan bola di lapangan futsal.
Editor: Budi Adriansyah

















