banner 728x250

Gubernur NTT Tekankan Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Daerah

banner 120x600
banner 468x60

Kupang, Rabu (8/4/2026) –

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Pengukuhan Guru Besar di Universitas Nusa Cendana.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kajian strategis (think tank) yang dibutuhkan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan pemikiran dan hasil riset akademik untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, tantangan pembangunan di NTT yang kompleks—mulai dari sektor kesehatan, infrastruktur, hingga pengelolaan sumber daya alam—memerlukan pendekatan berbasis sains yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga humanis.

Menurut Gubernur, kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi menjadi kunci dalam mengubah berbagai keterbatasan geografis dan sosial-ekonomi menjadi keunggulan kompetitif.

“Pembangunan NTT adalah ikhtiar besar yang membutuhkan kecerdasan kolektif. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi atas pengukuhan tiga guru besar Undana yang dinilainya sebagai aset intelektual penting bagi daerah. Ia berharap para akademisi tersebut dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Adapun tiga guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Linda W. Fanggidae, S.T., M.T, Prof. Dr. Drs. William Djani, M.Si, dan Prof. Zakaris Seba Ngara, S.Si., M.Si., Ph.D.

Sementara itu, Rektor Undana, Jefri S. Bale, menyebut pengukuhan tersebut menambah jumlah guru besar Undana menjadi 79 orang sejak kampus itu berdiri pada 1 September 1962.

Ia juga menyoroti pentingnya kecerdasan humanis (Humanistic Intelligence) yang dimiliki para guru besar, yang menurutnya tidak dapat tergantikan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

“Guru besar tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberikan konteks, pengalaman, serta nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.

 

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!