banner 728x250

Perkuat Sinergi, Polresta Tanjungpinang Bentuk ‘Sabuk Kamtibmas’: Wadah Musyawarah Cegah Balap Liar hingga Judol

Polresta Tanjungpinang merangkul tokoh masyarakat dan agama untuk membangun benteng keamanan kota yang lebih humanis dan responsif

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama. Semangat kolaborasi inilah yang melandasi Polresta Tanjungpinang saat meluncurkan inisiatif “Sabuk Kamtibmas” di ruang Rupatama Polresta Tanjungpinang, pada Selasa 7 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh Kasat Binmas Polresta Tanjungpinang, AKP Mayson, didampingi Wakasat Binmas IPTU Herman W, serta jajaran Bhabinkamtibmas. Tak hanya internal Polri, forum ini juga menjadi ajang kumpul tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan di Kota Gurindam.

banner 325x300

Bukan Sekadar Seremonial

Kasat Binmas Polresta Tanjungpinang, AKP Mayson, menegaskan bahwa Sabuk Kamtibmas bukanlah sekadar forum diskusi formal. Ini adalah wadah nyata untuk mempererat persaudaraan antara kepolisian dan warga.

“Sabuk Kamtibmas adalah jembatan. Kami ingin setiap permasalahan di tengah masyarakat bisa diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat sebelum membesar,” ujar AKP Mayson dalam sambutannya.

Sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang membutuhkan stabilitas keamanan yang kokoh. Menurut Mayson, keamanan adalah pondasi utama agar ekonomi tumbuh dan pelayanan publik berjalan maksimal.

“Kita harus waspada terhadap gangguan seperti kejahatan jalanan, narkoba, hingga balap liar. Semua itu hanya bisa dicegah jika masyarakat ikut berpartisipasi aktif,” tambahnya.

Mendengar Curhatan Warga: Dari Knalpot Brong Hingga Judol

Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, warga tak segan menumpahkan keresahan mereka. Beberapa poin krusial yang mencuat antara lain:

* Kenakalan Remaja: Maraknya balap liar anak di bawah umur dan penggunaan knalpot brong yang bising.
* Penyakit Sosial: Ancaman judi online (judol) yang mulai merambah generasi muda.
* Kriminalitas: Keresahan warga terhadap aktivitas pemulung yang masuk pekarangan rumah tanpa izin hingga kasus pencurian.
* Ketertiban Lingkungan: Keberadaan orang asing yang tidak terdata di lingkungan RT/RW.

Respons Cepat Polresta Tanjungpinang

Menanggapi aspirasi tersebut, AKP Mayson memastikan bahwa Polri tidak akan tinggal diam. Masukan dari warga akan langsung dikonversi menjadi langkah nyata di lapangan.

“Seluruh saran ini akan kami tindak lanjuti melalui peningkatan patroli, penyuluhan ke sekolah-sekolah, dan sambang warga secara rutin,” tegasnya.

Terkait isu balap liar dan knalpot brong, dia menjelaskan bahwa Sat Lantas Polresta Tanjungpinang sudah memiliki jadwal rutin untuk sosialisasi dan penertiban kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Harapan Baru untuk Kota Tanjungpinang

Dengan terbentuknya Sabuk Kamtibmas ini, diharapkan komunikasi antara warga dan polisi tidak lagi kaku. Polresta Tanjungpinang berkomitmen menjadikan tokoh masyarakat sebagai pelopor ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Harapan kita satu: tercipta situasi yang kondusif sehingga masyarakat Tanjungpinang bisa beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman,” pungkas Mayson.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!