BATAM, Radar Perbatasan.com – Peta politik di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kian dinamis. Lakuntara, sosok yang dikenal memiliki jejaring luas, secara resmi menegaskan arah politiknya. Tidak tanggung-tanggung, dia merapat ke barisan Partai Demokrat dengan membawa “gerbong” besar: relawan lintas sektor dan kalangan profesional.
Langkah ini bukan sekadar seremoni pindah perahu. Bagi Lakuntara, ini adalah misi penguatan basis massa dari hulu hingga ke hilir.
“Ini bukan hanya soal bergabung, tapi bagaimana kita membangun kekuatan bersama. Saya membawa relawan dari berbagai sektor, mulai dari pelaku usaha, profesional muda, hingga tokoh masyarakat untuk berjuang bersama Demokrat,” ujar Lakuntara dengan nada optimis, pada Sabtu, 4 April 2026.
Strategi Konsolidasi: Membidik 2029
Lakuntara menyadari bahwa dinamika politik menuju 2029 membutuhkan napas panjang dan struktur yang solid. Baginya, sinergi antara mesin partai dan gerakan relawan adalah kunci utama untuk merebut simpati publik secara luas.
Dia tidak ingin gerakan ini hanya menjadi diskursus di atas kertas. Targetnya jelas: kerja nyata.
“Kita akan fokus ke bawah, menyapa masyarakat, mendengar keluhan mereka, dan menghadirkan solusi. Demokrat harus hadir dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Energi Baru Demokrat Kepri
Kehadiran Lakuntara diprediksi akan menjadi suntikan energi segar (booster) bagi DPD Demokrat Kepri. Dengan latar belakang pendukung yang heterogen, terutama dari kalangan profesional dan pengusaha, jaringan politik partai berlambang Mercy ini diyakini akan semakin meluas dan inklusif.
Semangat “Gas Terus” yang diusung Lakuntara menjadi sinyal kuat bagi para kader dan simpatisan untuk merapatkan barisan. Dia mengajak seluruh elemen partai untuk tidak bersantai dan mulai membangun kepercayaan publik sejak dini.
“Target kita jelas, Demokrat harus semakin kuat di Kepri dan siap menang di 2029,” pungkasnya menutup pembicaraan.
Editor: Budi Adriansyah

















