BINTAN, Radar Perbatasan.com – Estafet pembangunan di Kabupaten Bintan terus berlari kencang. Pada Senin 9 Maret 2026, Aula Bandar Seri Bentan menjadi saksi dimulainya langkah strategis Pemkab Bintan dalam merumuskan masa depan melalui Pembahasan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis mendatang ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ruang kolaborasi besar yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak Kecamatan, perwakilan Kelurahan/Desa, hingga tokoh masyarakat. Tujuannya satu: menyamakan frekuensi untuk Bintan yang lebih maju.
Bupati Bintan, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M. Panca Azdigoena, menegaskan bahwa forum ini adalah mandat konstitusi yang harus dijalankan dengan tertib. Merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri, penyusunan perencanaan pembangunan daerah wajib dilakukan dengan evaluasi dan pengendalian yang ketat.
“Pelaksanaan forum hari ini merupakan ikhtiar nyata untuk mewujudkan kolaborasi yang semakin kuat. Rumusan yang diformulasikan nanti diharapkan menjadi langkah strategis membawa Bintan semakin sejahtera,” ujar Panca dalam sambutannya.
Capaian Positif yang Berbicara
Bukan tanpa modal, perencanaan tahun 2027 ini berpijak pada rapor hijau yang berhasil diraih Bintan sepanjang 2025. Data berbicara banyak mengenai keberhasilan kolaborasi antara eksekutif, legislatif, akademisi, hingga dukungan pusat.
Beberapa angka kunci yang menjadi sorotan antara lain:
• Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat signifikan ke angka 78,65.
• Kemiskinan: Berhasil ditekan menjadi 4,77% dari angka sebelumnya 5,44%.
• Kesehatan: Usia Harapan Hidup naik menjadi 75,21 tahun, berbanding lurus dengan cakupan Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai 99,07%.
• Stunting: Prevalensi berhasil ditekan hingga ke angka 14,8%.
Empat Pilar Menuju 2027
Menatap tahun 2027, Pemkab Bintan mengusung tema besar: “Meningkatkan Akselerasi Kesejahteraan Berbasis Produktivitas Ekonomi Unggulan, SDM Berkualitas, Lingkungan Lestari, dan Tata Kelola Inovatif.”
Tema tersebut tidak akan berdiri sendiri, melainkan diturunkan ke dalam empat pilar prioritas pembangunan:
1. Produktivitas Ekonomi: Menggali potensi lokal untuk kemandirian ekonomi.
2. SDM Berkualitas: Menciptakan masyarakat yang kompetitif dan sehat.
3. Lingkungan Lestari: Menjaga keseimbangan alam di tengah pembangunan.
4. Tata Kelola Inovatif: Birokrasi yang lincah dan solutif bagi masyarakat.
Forum RKPD ini diharapkan menjadi perekat komitmen bagi seluruh stakeholder. Konsistensi antara perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan menjadi kunci utama karena tahapan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Bintan ke depan.
Dengan perencanaan yang matang, Bintan sedang bersiap melakukan lompatan jauh untuk kesejahteraan warganya.
Editor: Budi Adriansyah

















