KUPANG –
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri panen jagung hasil tanam November 2025 di UPTD Kesejahteraan Sosial Tunanetra dan Karya Wanita milik Dinas Sosial Provinsi NTT, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten Kupang, serta Perum Bulog Wilayah NTT.
Di tengah hujan yang mengguyur lokasi panen, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pertanian di NTT adalah ketersediaan air. Menurutnya, selama air tersedia, petani harus konsisten bekerja, menjaga ritme tanam, dan mengoptimalkan tiga kali musim tanam dalam setahun.
“Selama air ada, kita harus konsisten tanam dan jaga ritme produksi. Keberhasilan panen hari ini harus menjadi pemacu peningkatan produktivitas padi dan jagung ke depan,” tegasnya.
Ia memaparkan, produksi beras NTT tahun lalu mendekati 1 juta ton gabah atau sekitar 500 ribu ton beras, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi jagung juga terus menunjukkan tren kenaikan, meski belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumsi dan pakan ternak.
Padahal, mayoritas masyarakat NTT merupakan konsumen jagung. Karena itu, Gubernur menekankan pentingnya peningkatan produksi secara berkelanjutan, mengingat pertumbuhan sektor pertanian berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menegaskan peran strategis Perum Bulog sebagai offtaker atau penyerap hasil panen petani. Kehadiran Bulog, katanya, memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani sekaligus menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta melindungi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pada momen itu dilakukan pula penyerahan simbolis hasil panen jagung kepada Bulog serta bantuan pompa air guna mendukung keberlanjutan produksi.
Ke depan, Gubernur mendorong transformasi pola usaha tani dari sekadar “tanam – panen – jual” menjadi “tanam – panen – olah – kemas – jual” agar nilai tambah produk tetap berada di daerah.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, siap memberikan dukungan melalui pelatihan dan pendampingan pengolahan produk turunan berbasis potensi lokal.
Kepada anak-anak dan para penghuni UPTD Tunanetra dan Karya Wanita, Gubernur berpesan agar terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Pemerintah melalui Dinas Sosial akan terus mendukung kemandirian mereka, termasuk melalui kegiatan produktif seperti pertanian.
Editor : Boni Atolan

















