TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Ruas Jalan Hang Tuah, Tanjungpinang, tampak sedikit berbeda pada Rabu, 25 Februari 2026. Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tanjungpinang hadir bukan untuk sekadar berjaga, melainkan untuk menyapa.
Melalui program bertajuk “Polantas Menyapa”, Satlantas Polresta Tanjungpinang menggelar patroli dialogis yang menyasar komunitas Ojek Online (Ojol) Kamtibmas Polri. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polresta Tanjungpinang, Ipda Mona Ike Magdalena.
Mitra Strategis di Aspal Jalanan
Bagi kepolisian, pengemudi ojek online bukan sekadar pengguna jalan biasa. Aktivitas mereka yang sangat intens di jalan raya menjadikan komunitas ini sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban.
“Kami mengajak rekan-rekan Ojol untuk ikut berperan aktif menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Kehadiran mereka di jalan sangat krusial dalam memberi contoh bagi pengendara lain,” ujar Ipda Mona di sela-sela kegiatannya.
Lebih Dekat, Lebih Hangat
Kapolresta Tanjungpinang melalui Kasat Lantas AKP Dhia Cynthia Siregar, menjelaskan bahwa esensi dari program “Polantas Menyapa” adalah menghapus sekat antara petugas dan masyarakat.
Tak hanya memberikan edukasi, dalam momen tersebut Satlantas juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada para driver Ojol.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata kami untuk memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat, khususnya komunitas Ojol Kamtibmas. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Polri yang memberikan rasa aman dan nyaman,” ungkap AKP Dhia Cynthia.
Atensi Pimpinan: Rangkul Semua Elemen
AKP Dhia menambahkan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah komunitas merupakan instruksi langsung dari pimpinan untuk merangkul seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, sinergi dan rasa persaudaraan harus terus dipupuk agar tercipta ekosistem jalan raya yang kondusif.
Dengan dialog yang humanis dan sentuhan kepedulian sosial, diharapkan pesan-pesan keselamatan dapat lebih mudah diterima dan diimplementasikan oleh para pejuang aspal di Tanjungpinang.
Editor: Budi Adriansyah

















