banner 728x250

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena Jadi Narasumber Dialog Interaktif GAMKI di RRI Kupang

banner 120x600
banner 468x60

Kupang, 23 Februari 2026 –

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan capaian satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur dalam Dialog Radio Interaktif yang digelar Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Studio Pro 1 Radio Republik Indonesia Kupang, Senin (23/2/2026).

banner 325x300

Dalam dialog bertema “Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Melki–Johni sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT” itu, Gubernur Melki menyoroti penurunan angka kemiskinan sebagai salah satu capaian paling signifikan berdasarkan data makro terbaru.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi kontributor utama terhadap penurunan tersebut. Produksi gabah meningkat signifikan dan berdampak langsung pada pendapatan petani, mengingat hampir 60 persen masyarakat NTT bergerak di sektor pertanian dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Sektor pertanian mengalami peningkatan yang sangat tinggi, terutama produksi gabah. Karena sebagian besar masyarakat kita bergerak di sektor ini, dampaknya langsung terasa pada pendapatan dan penurunan angka kemiskinan,” ujar Gubernur.

Selain pertanian, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai membantu masyarakat rentan, khususnya anak-anak, dalam mengakses makanan bergizi. Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan program tersebut masih perlu diperluas hingga menjangkau desa-desa.

Gubernur Melki juga mengungkapkan bahwa sektor pariwisata menunjukkan pertumbuhan hampir 40 persen dari target tahunan. Sektor peternakan, kelautan dan perikanan—termasuk komoditas cakalang dan rumput laut—serta perkebunan kopi dan kakao turut mencatat tren positif.

“Di tengah situasi global dan nasional yang tidak mudah, kerja kolaboratif semua pihak serta semangat masyarakat NTT membuahkan hasil positif. Namun kemiskinan ekstrem masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan NTT dijalankan dengan semangat NTT Centris, yakni membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di seluruh kabupaten/kota yang saling terkoneksi. Pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo, misalnya, diharapkan memberi efek berganda bagi wilayah lain seperti Rote, Alor, Sumba, dan Flores.

Dalam dialog tersebut, Gubernur juga menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan publik. Ia menyatakan pemerintahannya siap menerima kritik sebagai bagian dari proses demokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan.

“Pemerintahan ini adalah buku terbuka yang siap dikritik oleh siapa saja. Saya dan Pak Wakil Gubernur membuka diri untuk dikritik,” pungkasnya.

Dialog interaktif ini menjadi ruang refleksi atas satu tahun kepemimpinan Melki–Johni sekaligus wadah partisipasi publik dalam mengawal arah pembangunan NTT ke depan.

Penulis: Baldus Sae
Foto: Dio Ceunfin
Video: Ady Hau-Etta

 

Editor: Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!