banner 728x250

Satu Tahun Kepemimpinan Melki–Johni, Gubernur NTT Paparkan Capaian dan Arah Percepatan 2026

banner 120x600
banner 468x60

Kupang, 20 Februari 2026 –

Gubernur Melki Laka Lena menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (20/2/2026), dalam rangka penyampaian pidato satu tahun masa kepemimpinan Melki–Johni periode 2025–2030. Dalam forum tersebut, Gubernur memaparkan capaian makro pembangunan selama tahun pertama sekaligus arah kebijakan tahun kedua pemerintahan.

banner 325x300

Didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma, Gubernur Melki menegaskan bahwa tahun 2025 difokuskan pada penataan fondasi pembangunan dan tata kelola, menjaga stabilitas ekonomi serta layanan dasar, dan menggerakkan ekonomi lokal berbasis desa.
“Bagi kami, tahun pertama adalah fondasi. Tahun kedua adalah koreksi dan percepatan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan rakyat NTT,” tegasnya.

Capaian Makro 2025

Secara umum, indikator makro pembangunan menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 5,14 persen. Angka kemiskinan turun menjadi 17,50 persen atau menurun 1,52 poin. Tingkat pengangguran berada pada 3,10 persen, dengan inflasi terkendali di angka 2,40 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 69,89.

Penguatan Ekonomi dan Produksi Daerah

Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemprov NTT mengembangkan program One Village One Product (OVOP) dengan 44 produk unggulan dan melibatkan 190 UMKM. Program NTT Mart telah menjangkau 22 kabupaten/kota.

Produktivitas padi meningkat 8,83 persen. Populasi sapi tercatat 622.276 ekor. Sektor perikanan unggulan seperti tuna, cakalang, dan tongkol terus didorong. Sementara itu, sektor pariwisata mencatat 1,84 juta kunjungan wisatawan atau 144 persen dari target yang ditetapkan.

Peningkatan Layanan Kesehatan dan Pendidikan

Dalam bidang kesehatan, prevalensi stunting berada di angka 20,2 persen. Kasus malaria berhasil ditekan dari 7.920 menjadi 4.332 kasus.
Di sektor pendidikan, pemerintah membangun 88 titik Sekolah Rakyat, memberikan bantuan kepada 1.124 siswa dari keluarga miskin, serta menyalurkan insentif bagi 1.515 guru yang bertugas di daerah terpencil.

Infrastruktur dan Perlindungan Sosial
Sepanjang 2025, pemerintah membangun 46,92 kilometer jalan dan memelihara 58,35 kilometer jalan. Sebanyak 450 kepala keluarga memperoleh akses listrik, serta disalurkan bantuan rumah layak huni bagi masyarakat membutuhkan. Selain itu, 100.000 pekerja rentan telah mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Reformasi dan Digitalisasi Layanan Publik

Dalam tata kelola pemerintahan, Pemprov NTT meraih predikat Informatif dengan nilai 93,30. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mencapai 3,89 dengan kategori sangat baik.

Melalui program MeJa Rakyat, sebanyak 429 pengaduan masyarakat telah dituntaskan. Integrasi data juga diperkuat melalui Portal Sasando sebagai basis kebijakan berbasis data dan riset.

Arah Kebijakan 2026

Memasuki tahun kedua, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan fokus pada intervensi kemiskinan dan stunting berbasis keluarga, perluasan lapangan kerja di desa, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan belanja daerah, penguatan ekonomi kerakyatan, serta pengambilan kebijakan berbasis data dan riset.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu membangun NTT. “Mari terus bersatu dalam semangat Ayo Bangun NTT,” pungkasnya.

 

 

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!