Kupang –
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menyampaikan bahwa tren penurunan angka kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan arah positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan NTT pada Maret 2024 sebesar 19,02 persen, turun menjadi 18,6 persen pada Maret 2025, dan kembali menurun menjadi 17,5 persen pada September 2025.
Secara tahunan, penurunan mencapai 1,52 persen. Lebih dari 100 ribu masyarakat berhasil keluar dari garis kemiskinan. Jumlah penduduk miskin pada September 2025 tercatat sekitar 1,03 juta orang, berkurang 57,09 ribu orang dibandingkan Maret 2025.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi NTT juga menunjukkan kinerja yang cukup baik. Dengan capaian 5,05 persen, NTT hanya sedikit berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Hal ini dinilai menjadi indikator bahwa arah pembangunan dan penguatan ekonomi daerah berjalan di jalur yang tepat.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama para bupati dan wali kota, DPRD, jajaran birokrasi, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kita tidak boleh berpuas diri. Upaya penurunan kemiskinan harus tetap menjadi prioritas utama agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat dan merata,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh kepala daerah, DPRD, dan aparatur pemerintah untuk terus bekerja keras, tidak menyerah, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menjaga tren positif ini tetap berlanjut.
Editor : Boni Atolan

















