MAUMERE –
Melki Laka Lena memberikan kuliah umum di STIKES St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Kamis (12/2/2026), dan menegaskan pentingnya transformasi mental serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kuliah umum yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut, Gubernur Melki Laka Lena mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter, etika, dan semangat kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Ia menekankan bahwa Undang-Undang Kesehatan terbaru yang telah disahkan pemerintah merupakan langkah strategis dengan melebur 11 undang-undang sebelumnya guna menghilangkan ego sektoral di bidang kesehatan. Menurutnya, dokter,
perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya harus berjalan setara serta saling menguatkan dalam sistem pelayanan berbasis kerja tim.
“Pelayanan kesehatan adalah kerja kolektif. Yang paling utama adalah kemanusiaan,” tegasnya.
Secara khusus, Gubernur memberikan pesan kepada mahasiswa keperawatan agar mengedepankan keramahan dan empati dalam melayani pasien. Ia menilai kualitas perawat tidak hanya ditentukan oleh keterampilan klinis, tetapi juga oleh sikap dan pendekatan humanis.
“Hospitability menentukan kesembuhan dan kepercayaan pasien. Perlakukan pasien seperti saudara sendiri,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa pasar kerja lokal semakin kompetitif, namun peluang di tingkat global terbuka luas. Kebutuhan tenaga perawat dunia, menurutnya, mencapai jutaan orang. Ia mendorong lulusan untuk berani bermimpi besar, menguasai bahasa asing, serta menembus pasar kerja internasional, tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Ia menyampaikan apresiasi atas perkembangan STIKES St. Elisabeth Keuskupan Maumere yang terus bertransformasi. Saat ini institusi tersebut mengelola Program Studi Fisioterapi pertama di NTT, Informatika Medis, serta D3 Keperawatan, dengan jumlah mahasiswa mencapai 643 orang dari berbagai daerah. Sebanyak 28 lulusan juga sedang berproses bekerja ke Jepang dan lainnya mengikuti program kerja sama internasional.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan lembaga pendidikan swasta dalam peningkatan mutu sumber daya manusia, termasuk melalui dukungan beasiswa dan penguatan sarana prasarana pendidikan.
“Kita siapkan tenaga kesehatan NTT yang profesional, berkarakter, dan siap bersaing di dunia,” tandas Gubernur Melki Laka Lena.
Editor : Boni Atolan

















