banner 728x250

Dapat Sembako Karena Tertib di Jalan: Cara Satlantas Tanjungpinang Bikin Operasi Lalu Lintas Terasa Nggak Menegangkan

Lewat Operasi Keselamatan Seligi 2026, polisi di Tanjungpinang memilih memberi hadiah alih-alih sekadar menilang, dan hasilnya bikin pengendara senyum-senyum sendiri

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Biasanya kalau lihat polisi berdiri di tepi jalan, refleks pertama kita cuma dua: cek spion, lalu cek helm. Siapa tahu ada yang kurang kencang. Siapa tahu ada surat yang ketinggalan. Pokoknya, deg-degan duluan.

Tapi suasana berbeda terasa di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, pada Jumat siang, 13 Februari 2026. Bukan karena tak ada razia, melainkan karena yang dibagikan bukan surat tilang, melainkan paket sembako.

banner 325x300

Di tengah rangkaian Operasi Keselamatan Seligi 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tanjungpinang justru memilih pendekatan yang lebih hangat: memberi apresiasi kepada pengendara yang tertib berlalu lintas. Satu per satu pengendara yang melintas dan dinilai patuh, helm terpasang rapi, surat lengkap, aturan dipatuhi, dihentikan bukan untuk ditegur, tapi untuk diberi hadiah.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Tanjungpinang, AKP Dhia Chintya Siregar. Bersama jajarannya, dia turun ke jalan memastikan bahwa operasi keselamatan tak melulu identik dengan sanksi.

Kanit Kamsel Ipda Mona Ike Magdalena menjelaskan, pembagian sembako ini adalah bentuk penghargaan bagi masyarakat yang sudah tertib.

“Hadiah sembako diberikan sebagai bentuk apresiasi agar para pengendara selalu tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas,” ujarnya.

Pendekatan ini terasa sederhana, tapi pesannya cukup kuat: tertib itu bukan cuma kewajiban, tapi juga bisa jadi sesuatu yang diapresiasi. Di tengah budaya lalu lintas yang sering kali penuh pelanggaran kecil, helm nggak dikancing, boncengan bertiga, atau lampu merah yang dianggap saran, cara seperti ini terasa segar.

Operasi Keselamatan Seligi 2026 sendiri memang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Namun lewat aksi berbagi sembako ini, pesan keselamatan disampaikan dengan cara yang lebih membumi. Tidak menggurui, tidak menakut-nakuti, tapi tetap tegas.

Satlantas Polresta Tanjungpinang juga mengimbau seluruh pengendara untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, serta berhati-hati di jalan demi keselamatan bersama.

Karena pada akhirnya, keselamatan bukan cuma soal terhindar dari tilang. Ia soal pulang ke rumah dengan selamat. Dan kalau bisa pulangnya sambil bawa sembako, ya tentu lebih menyenangkan.

Operasi boleh saja namanya “keselamatan”. Tapi kalau caranya seperti ini, yang terasa justru kehangatan.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!