banner 728x250

Gubernur NTT Tinjau Huntara Lewotobi, Pastikan Pendidikan Gratis dan Percepatan Huntap

banner 120x600
banner 468x60

Flores Timur, 11 Februari 2026 –

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, meninjau Hunian Sementara (Huntara) 1 dan 2 di Desa Konga, Kabupaten Flores Timur, Rabu (11/2/2026), usai menghadiri Misa Pentahbisan Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro.

banner 325x300

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki didampingi Ketua DPRD Provinsi NTT, Emelia J. Nomleni, dan berdialog langsung dengan 450 kepala keluarga (KK) asal Dulipali, Boru, Nawakote, dan Klatanlo yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi.

Sejumlah aspirasi warga mencuat, mulai dari biaya pendidikan anak-anak, kualitas air bersih, hingga kepastian pembangunan hunian tetap (Huntap).
Menanggapi persoalan pendidikan, Gubernur Melki menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak penyintas tetap bersekolah tanpa beban biaya.

“Minggu depan setelah Imlek, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten harus merapikan data dan menggelar rapat khusus dengan sekolah-sekolah di sekitar Huntara. Kepala desa diminta mendata nama anak sesuai sekolahnya. Kita pastikan iuran pendidikan mereka digratiskan,” tegas Melki.

Terkait kebutuhan air bersih, ia mengakui lima sumur bor yang tersedia telah mencukupi secara kuantitas, namun kualitas airnya belum layak minum karena kadar kapur yang tinggi.

“Saya sudah instruksikan Dinas PUPR Provinsi berkoordinasi dengan PUPR Kabupaten untuk mencari teknologi pengolahan air agar layak konsumsi. Sementara itu, distribusi air melalui mobil tangki Pemda akan dioptimalkan,” ujarnya.

Menyangkut pembangunan Huntap, Melki menjelaskan terdapat sejumlah tantangan, termasuk harga lahan dan fokus penanganan nasional BNPB di daerah lain. Kendati demikian, koordinasi dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman terus dilakukan.

“Kita ingin ada kepastian bagi warga. Proses ini terus kami kawal agar percepatan pembangunan Huntap bisa segera terealisasi,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT juga mendorong pemulihan ekonomi warga melalui relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), bantuan pertanian bagi kelompok tani, serta pemasaran produk olahan masyarakat melalui jaringan NTT Mart.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni turut memberikan penguatan khusus kepada para perempuan di pengungsian agar tetap menjadi pilar kekuatan keluarga di tengah situasi sulit.

Menutup kunjungan, Gubernur Melki mengutip moto tahbisan Uskup Hans Monteiro, Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes — Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan.

“Kita harus saling merasakan, berempati, dan tidak pernah kehilangan harapan,” pungkasnya.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!