Kupang, NTT — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2026 di Hotel Harper Kupang, Senin (9/2/2026).
HLM TPID ini digelar sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi lonjakan inflasi pada momentum Imlek, Bulan Suci Ramadhan, Nyepi, Idul Fitri 1447 Hijriah hingga Paskah. Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan untuk Ekonomi NTT yang Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan”.
Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa inflasi bukan sekadar indikator statistik, melainkan persoalan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya menyangkut kebutuhan pangan, daya beli keluarga, dan kepastian ekonomi sehari-hari.
“Stabilitas harga dan ketahanan pangan adalah fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah yang adil dan berkelanjutan. Inflasi harus kita kendalikan agar masyarakat, terutama kelompok rentan, tidak semakin terbebani,” tegas Gubernur Melki.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan NTT pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,34 persen, dengan tekanan terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Di sisi lain, perekonomian NTT pada Triwulan IV Tahun 2025 tumbuh positif sebesar 5,34 persen.
Menurut Gubernur Melki, capaian pertumbuhan tersebut harus dijaga agar tetap berkualitas dan merata, khususnya bagi masyarakat miskin ekstrem, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.
Untuk itu, seluruh upaya pengendalian inflasi daerah diarahkan pada prinsip 4K, yakni Ketersediaan Stok, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi yang Efektif.
Dalam jangka pendek, menghadapi combo festive season 2026, Pemerintah Provinsi NTT akan mengintensifkan Gerakan Pasar Murah (GPM), memperkuat inspeksi mendadak (sidak) pasar, mencegah praktik penimbunan, serta memastikan distribusi logistik berjalan lancar hingga ke wilayah terpencil.
Sementara dalam jangka menengah dan panjang, Pemprov NTT mendorong penguatan konektivitas antara petani, UMKM, dan pasar melalui pengembangan NTT Mart, peningkatan komoditas unggulan daerah, serta pemanfaatan sarana, prasarana, dan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas.
HLM TPID tersebut turut dihadiri unsur DPRD Provinsi NTT, Bank Indonesia, Forkopimda, pimpinan OPD, perbankan, serta insan pers. Gubernur Melki menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar kebijakan pengendalian inflasi berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Dengan kerja bersama dan sinergi yang kuat, kita optimistis harga tetap terkendali, ketahanan pangan terjaga, dan ekonomi NTT terus tumbuh kuat serta berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor : Boni Atolan

















