Kupang, NTT —
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menghadiri acara Launching Kantor Mitra Perwakilan Rumah Zakat Provinsi NTT di Kota Kupang, Selasa (10/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Rumah Zakat sebagai mitra strategis dalam memperkuat gerakan kepedulian sosial dan kemanusiaan di NTT.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rumah Zakat yang telah menghadirkan inspirasi berbagi dan solidaritas sosial di daerah ini,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Gubernur menegaskan, NTT merupakan laboratorium toleransi yang telah lama hidup dalam keberagaman dan harmoni. Kehadiran lembaga zakat berbasis Islam di wilayah dengan pluralitas agama yang kuat, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan mampu melampaui sekat perbedaan iman.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan dalam membangun solidaritas, gotong royong, dan semangat kemanusiaan lintas iman,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Gubernur juga menyinggung peristiwa meninggalnya seorang anak di Kabupaten Ngada yang dinilainya sebagai pukulan serius bagi nurani kemanusiaan bersama. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa masih terdapat kelompok masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, yang luput dari perhatian.
“Walaupun angka kemiskinan NTT menurun dari 18,6 persen menjadi 17,5 persen, fakta di lapangan menunjukkan masih ada warga yang belum tersentuh secara layak. Ini tidak boleh kita abaikan,” kata Melki.
Gubernur menegaskan bahwa urusan kemanusiaan, pengentasan kemiskinan, dan perlindungan kelompok rentan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga keagamaan semata, melainkan panggilan moral seluruh elemen masyarakat.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen memperbaiki tata kelola data kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pendataan akan dilakukan secara rutin setiap bulan melalui musyawarah desa dan kelurahan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Data kemiskinan harus bersih, akurat, dan bebas dari kepentingan apa pun agar setiap bantuan sosial benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi NTT juga akan memperkuat dana sosial berbasis masyarakat dengan melibatkan lembaga keagamaan lintas iman, termasuk Rumah Zakat, guna menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai sari pati Pancasila.
“Dengan kolaborasi semua pihak, kita ingin membangun NTT yang lebih adil, peduli, dan berkeadaban,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena.
Editor : Boni Atolan

















