banner 728x250

Gubernur NTT Tekankan Literasi dan Disiplin Akademik di Hadapan Pelajar Flores Timur

banner 120x600
banner 468x60

Larantuka —

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan di NTT.

banner 325x300

Penegasan itu disampaikan saat bertatap muka dengan para kepala sekolah, guru, serta siswa SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Flores Timur di Aula SMA Negeri 1 Larantuka, Jumat (6/2/2026).

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Bupati Flores Timur Anton Doni Dihen, Gubernur Melki menyoroti kebiasaan membaca pelajar yang dinilai semakin menurun akibat penggunaan gawai yang berlebihan. Ia menekankan bahwa teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), harus dimanfaatkan secara bijak dan terbatas pada kepentingan pembelajaran.

“Anak-anak kita harus kembali akrab dengan buku. Kurangi scrolling, perbanyak membaca. Gawai bukan musuh, tetapi harus digunakan dengan disiplin untuk belajar,” tegas Melki.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan dengan alokasi anggaran hampir 50 persen. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa besarnya anggaran belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar di lapangan.

Menurutnya, peristiwa meninggalnya almarhum YBR di Kabupaten Ngada menjadi pengingat keras bagi semua pihak untuk berani mengakui kegagalan sistem dan segera melakukan pembenahan. “Kita tidak boleh menutup mata. Ini tamparan bagi kita semua agar lebih serius memperbaiki pendidikan,” ujarnya.

Berdasarkan data pendidikan, NTT masih berada dalam tiga besar daerah dengan nilai Tes Kemampuan Akademik terendah secara nasional. Karena itu, Gubernur Melki menegaskan bahwa peserta didik yang belum mampu membaca dan menulis dengan baik tidak boleh terus dinaikkan kelas.

“Lebih baik lulus lebih lama, tetapi berkualitas. Kita tidak boleh mengorbankan masa depan anak-anak hanya demi angka kelulusan,” katanya.

Selain itu, Gubernur mendorong pembaruan materi pembelajaran, penguatan program One School One Product (OSOP), serta pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Ia menilai penting bagi siswa untuk dikenalkan sejak dini pada potensi daerah, baik pertanian maupun kelautan.

Melki juga mengajak masyarakat NTT untuk mengubah cara pandang terhadap daerahnya. “NTT bukan daerah miskin. Kita kaya empati, kaya kepedulian, dan kaya potensi. Flores Timur subur dan lautnya melimpah. Jika dikelola dengan baik, anak-anak kita harus tumbuh sehat dan berpendidikan berkualitas,” ujarnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa pendidikan merupakan kerja bersama seluruh elemen, dan masa depan NTT ditentukan oleh kualitas proses belajar di ruang-ruang kelas hari ini.

“Terima kasih atas komitmen semua pihak. Mari kita bangun NTT dari pendidikan,” pungkasnya.

#AyoBangunNTT

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!