MANGGARAI BARAT –
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, menandatangani Perjanjian Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN) di ITDC The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu
Kerja sama regional ini menjadi tonggak penting penguatan kolaborasi antarprovinsi di kawasan Sunda Kecil, sekaligus membuka babak baru pembangunan Indonesia Timur yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan, PKS KR-BNN bukan sekadar kesepakatan administratif, melainkan komitmen strategis untuk meruntuhkan sekat-sekat isolasi antarwilayah dan membangun sinergi nyata demi kesejahteraan masyarakat Bali, NTB, dan NTT.
“Kerja sama ini adalah tekad kolektif untuk membangun jembatan kolaborasi lintas wilayah, melampaui ego sektoral dan ego teritorial, demi kemajuan kawasan dan bangsa,” ujar Melki.
PKS KR-BNN difokuskan pada lima bidang strategis, yakni konektivitas transportasi, pariwisata dan ekonomi kreatif, energi terbarukan, perdagangan dan ekspor, serta integrasi perencanaan pembangunan.
Di sektor konektivitas, kerja sama diarahkan pada integrasi transportasi laut, udara, dan penyeberangan agar mobilitas orang dan barang antarprovinsi semakin efisien. Sementara sektor pariwisata dikembangkan sebagai satu ekosistem terpadu, sehingga arus wisata tidak hanya terpusat di Bali, tetapi juga mengalir ke NTB dan NTT.
Pada bidang energi, kawasan Bali–NTB–NTT diproyeksikan sebagai basis pengembangan energi terbarukan untuk memperkuat ketahanan energi regional. Adapun sektor perdagangan dan ekspor diperkuat dengan menjadikan Bali sebagai hub regional bagi produk unggulan NTB dan NTT.
Selain itu, integrasi perencanaan pembangunan menjadi perhatian utama agar program pembangunan tidak berjalan parsial, melainkan seirama dan saling menguatkan antarprovinsi.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Gubernur NTB juga menandatangani komitmen kerja sama persiapan NTT dan NTB sebagai tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028. Penyelenggaraan PON dinilai sebagai peluang strategis untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan sport tourism, serta pergerakan ekonomi daerah.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi NTT turut menandatangani komitmen kerja sama dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang harmonis, rukun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Gubernur Melki menegaskan, kerja sama regional Bali–NTB–NTT merupakan legacy pembangunan jangka panjang yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing kawasan, memperkuat keadilan pembangunan, serta mewujudkan masa depan Indonesia
Timur yang lebih maju dan berkelanjutan.
Editor ,: Boni Atolan

















