Manggarai –
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan arah kebijakan pembangunan ekonomi produktif berbasis UMKM melalui peresmian Gerai NTT Mart by UBSP Lembu Nai SMAN 2 Langke Rembong, Selasa (27/1/2026).
Kehadiran gerai ini menandai komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun sistem ekonomi daerah yang berpihak pada produksi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
NTT Mart di Kabupaten Manggarai tersebut merupakan gerai ke-18 yang telah dihadirkan pemerintah sebagai instrumen kebijakan untuk memperkuat akses pasar produk UMKM di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa NTT memiliki potensi sumber daya yang besar, namun belum sepenuhnya dikelola dalam satu ekosistem ekonomi yang terintegrasi. Oleh karena itu, NTT Mart dirancang sebagai kebijakan afirmatif pemerintah untuk memastikan produk lokal memiliki kepastian ruang distribusi dan pasar.
“Kita ingin membangun ekonomi NTT yang berbasis produksi, bukan konsumsi. NTT Mart adalah instrumen kebijakan untuk memuliakan produk UMKM lokal agar berdaya saing dan berkelanjutan,” tegas Gubernur Melki.
Ia menjelaskan, pemerintah mendorong desa, komunitas, dan sekolah untuk menjadi bagian dari rantai produksi ekonomi daerah dengan mengembangkan produk unggulan masing-masing yang dapat dipasarkan melalui NTT Mart. Menurutnya, pelibatan sekolah dalam gerakan ekonomi produktif juga menjadi bagian dari edukasi kewirausahaan sejak dini.
Gubernur Melki Laka Lena juga mengungkapkan empat persoalan utama yang masih dihadapi UMKM di NTT, yakni akses permodalan, pendampingan usaha, literasi keuangan, serta keterbatasan pasar. Untuk menjawab tantangan tersebut, ia meminta perbankan berperan aktif melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) disertai pendampingan dan edukasi keuangan bagi pelaku UMKM.
Dalam konteks pasar, Gubernur menegaskan bahwa NTT Mart merupakan wujud keberpihakan negara terhadap produk lokal.
Ia bahkan mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi konsumen aktif produk UMKM.
“Kalau produksi kita sudah lengkap dan berkelanjutan, ASN harus menjadi contoh dengan berbelanja di NTT Mart, minimal Rp100 ribu per bulan. Ini bukan soal belanja, tapi menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Peresmian NTT Mart di Manggarai turut dihadiri Bupati Manggarai Heribertus G.L. Nabit, Wakil Bupati Fabianus Abu, unsur Forkopimda, pimpinan OPD Kabupaten Manggarai, serta para kepala SMA dan SMK se-Kabupaten Manggarai.
Melalui NTT Mart, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya membangun ekonomi daerah yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan dengan menempatkan UMKM sebagai pilar utama pembangunan ekonomi kerakyatan.
Editor : Boni Atolan

















