banner 728x250

Bupati Bintan Panen Perdana Padi Gogo di Lahan Kering, Bukti Daerah Siap Swasembada Pangan

Ditanam di lahan bekas kebun sayur, padi gogo di Kampung Sei Jeram diproyeksikan hasilkan hingga 5 ton gabah per hektare

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Bintan – Lahan kering bekas kebun sayur di Bintan kini berubah jadi lumbung padi. Bupati Bintan Roby Kurniawan memimpin panen perdana padi gogo yang ditanam tanpa genangan air, bukti nyata bahwa daerah kepulauan pun mampu melangkah menuju swasembada pangan.

Panen perdana ini dilakukan di lahan seluas 1 hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya, Kampung Sei Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, pada Senin, 26 Januari 2026. Sebanyak 24 petani yang tergabung dalam kelompok tersebut berhasil menyulap lahan kering bekas perkebunan sayur menjadi lumbung padi.

banner 325x300

Padi gogo sendiri merupakan jenis padi yang masih satu marga dengan padi sawah (padi sri). Bedanya, padi gogo ditanam di lahan kering tanpa genangan air. Beberapa varietas unggulan yang digunakan antara lain Inpago dan Agritan yang memang cocok dikembangkan di lahan kering.

Dari lahan 1 hektare tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai 4 hingga 5 ton gabah. Gabah hasil panen ini tidak langsung dijual, melainkan akan dibagikan terlebih dahulu kepada keluarga petani yang tergabung dalam Poktan Maju Jaya sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan internal.

Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan apresiasi tinggi kepada para petani yang dinilainya sebagai pejuang pangan daerah. Dia menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata potensi sektor pertanian di Bintan.

“Apresiasi kami sampaikan untuk para pejuang pangan di kelompok tani ini. Gagasan yang sangat luar biasa dan kini sudah dibuktikan dengan hasil nyata. Petani-petani kita membuktikan bahwa Bintan juga punya potensi di sektor pertanian pangan pokok,” ujar Roby dalam sambutannya.

Menurut Roby, keberhasilan penanaman padi gogo ini sejalan dengan semangat swasembada pangan daerah. Dia bahkan optimistis Bintan mampu berdikari dan memenuhi kebutuhan pangan lokal secara menyeluruh jika semangat para petani terus dijaga dan dikembangkan.

Sementara itu, Ketua Poktan Maju Jaya, Manun, menjelaskan bahwa ide menanam padi gogo berawal dari pemanfaatan lahan bekas tanaman sayur yang sebelumnya tidak lagi produktif.

“Kami melihat kebutuhan beras sebagai makanan pokok masyarakat. Sayur-mayur saja tidak cukup, maka kami berani mencoba menanam padi,” kata Manun.

Manun menyebutkan, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan. Dari sana, kelompok tani mendapatkan bantuan bibit serta dukungan penuh.

Penanaman padi gogo dimulai sekitar Oktober 2025. Selama proses penanaman hingga panen, lahan dilaporkan bebas dari serangan hama. Teknik penggemburan tanah yang tepat serta pola pemupukan yang teratur menjadi kunci keberhasilan budidaya padi di lahan kering tersebut.

Keberhasilan panen perdana ini diharapkan menjadi contoh bagi kelompok tani lain di Bintan dalam mengoptimalkan lahan kering serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!