banner 728x250

Gubernur NTT Pastikan Pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila Dilanjutkan Tahun Ini

banner 120x600
banner 468x60

KUPANG BARAT –

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk melanjutkan dan menuntaskan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila yang terletak di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

banner 325x300

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat meninjau langsung lokasi monumen bersama Wali Kota Kupang dan Bupati Kupang, pada hari ini. Dari hasil kunjungan tersebut, ketiga kepala daerah sepakat bahwa pembangunan monumen harus dilanjutkan dengan arah yang jelas dan tuntas.

“Monumen Flobamora Rumah Pancasila ini adalah simbol kebanggaan Flobamora dan harus kita selesaikan,” tegas Gubernur Melki.

Monumen Flobamora Rumah Pancasila dirancang berbentuk burung Garuda yang menghadap ke Laut Sawu, dengan tinggi sekitar 50 meter. Sejak awal, monumen ini dibangun sebagai simbol pengumandangan nilai-nilai Pancasila dari NTT ke seluruh Nusantara, mengingat keterkaitan sejarah daerah ini dengan lahirnya gagasan Pancasila.

Gubernur Melki tidak menampik bahwa pembangunan monumen sempat terhenti dan belum dapat difungsikan, meskipun telah menyerap anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, menurutnya, pemerintah harus memastikan keberlanjutan pembangunan agar aset daerah ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ke depan, monumen tersebut akan dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan ideologi Pancasila, yang dapat dimanfaatkan bersama oleh Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Kupang, serta terbuka bagi masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Teo Widodo, yang telah menghibahkan lahan tempat berdirinya monumen kepada Pemerintah Provinsi NTT. Ia menilai hibah tersebut sebagai bentuk nyata semangat gotong royong dan kecintaan terhadap daerah.
Gubernur Melki menargetkan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila dapat diselesaikan dalam tahun ini. Untuk pembiayaan, ia menyatakan pemerintah daerah akan mencari skema pendanaan alternatif tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami sepakat mencari solusi pembiayaan yang kreatif dan bertanggung jawab, agar monumen ini benar-benar menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi lintas pemerintah daerah serta keterlibatan para pemangku kepentingan akan terus diperkuat, sehingga Monumen Flobamora Rumah Pancasila tidak hanya berdiri megah, tetapi juga hidup sebagai ruang edukasi, sejarah, dan destinasi wisata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat NTT.

 

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!