banner 728x250

Kepri Amankan Stok Beras Jelang Imlek dan Ramadan, Wagub Pimpin Business Matching

Nyanyang Haris: Kepri Tak Produksi Beras, Stabilitas Harga Harus Dijaga Lewat Kerja Sama Antarwilayah

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Batam – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat langkah menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras. Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura memimpin langsung kegiatan Business Matching Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Graha Kepri, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi strategi penting Pemprov Kepri untuk memastikan pasokan beras tetap aman sekaligus menekan gejolak harga pangan pokok, terutama menjelang momen meningkatnya kebutuhan masyarakat.

banner 325x300

Dalam arahannya, Nyanyang menegaskan bahwa ketersediaan beras dan stabilitas harga bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Pasalnya, beras merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas dan ketahanan ekonomi daerah.

“Upaya menjaga pasokan dan harga beras harus dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya,” ujar Nyanyang.

Nyanyang menjelaskan, Kepulauan Riau memiliki karakteristik wilayah yang unik, dengan sekitar 98 persen wilayah laut dan hanya 2 persen daratan. Kondisi tersebut membuat Kepri tidak menjadi daerah penghasil beras dan sangat bergantung pada pasokan dari daerah lain, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan sentra produksi beras nasional lainnya.

Selain itu, letak geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menjadikan daerah ini sebagai destinasi wisata internasional dengan lalu lintas manusia yang tinggi.

“Konsumsi beras di Kepri tidak hanya dihitung dari jumlah penduduk sekitar dua juta jiwa, tetapi juga kunjungan wisatawan mancanegara yang hampir dua juta orang, ditambah wisatawan nusantara,” jelasnya.

Berdasarkan data, kebutuhan beras di Kepulauan Riau mencapai sekitar 202 ribu ton per tahun, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun non-rumah tangga, dengan dominasi beras jenis premium.

Melalui business matching yang difasilitasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini, pemerintah mempertemukan pelaku usaha perberasan dari daerah pemasok potensial dengan pelaku usaha beras di Kepulauan Riau guna membangun kerja sama jangka panjang secara business to business.

Wagub berharap kerja sama tersebut dapat berjalan berkesinambungan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, sehingga pasokan dan harga beras di Kepri tetap stabil. Dia juga mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini bersinergi menjaga stabilitas pangan, baik dari sisi pasokan maupun pengawasan harga di tingkat konsumen sebagai bagian dari pengendalian inflasi pangan daerah.

Tak kalah penting, Nyanyang menekankan perlunya memastikan kelancaran distribusi antarwilayah. Sebagai daerah kepulauan, Kepri sangat bergantung pada jalur transportasi laut, sehingga potensi hambatan distribusi harus diantisipasi bersama.

“Semoga kegiatan ini menghasilkan solusi konkret bagi stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras, terutama menjelang Imlek, bulan puasa, dan Hari Raya Idulfitri, di mana kebutuhan pangan biasanya meningkat,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono, Kasatgas Pangan Bappenas Djoko Prihadi, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah lainnya, termasuk Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan jajaran Bulog serta asosiasi pengusaha perberasan nasional.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ca

banner 325x300
error: Content is protected !!