Kupang –
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan bahwa peringatan Hari Desa Nasional, 15 Januari 2026, merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan nasional.
Menurut Gubernur Melki, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan desa sebagai pusat pembangunan, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mendorong kebangkitan ekonomi desa melalui berbagai program konkret. Salah satunya adalah penguatan koperasi desa dan pengembangan ekonomi kerakyatan agar hasil produksi masyarakat desa memiliki nilai tambah dan daya saing.
“Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Petani, nelayan, dan pelaku UMKM desa harus mendapat manfaat nyata dari pembangunan,” tegas Melki.
Gubernur Melki menjelaskan, Pemprov NTT di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma mengimplementasikan program OVOP (One Village One Product) sebagai strategi utama pembangunan ekonomi desa. Melalui program ini, setiap desa diarahkan memiliki produk unggulan berbasis potensi lokal, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, tenun, hingga ekonomi kreatif, yang dikelola secara profesional dan terhubung dengan Koperasi Desa (Kopdes) serta jaringan pemasaran NTT Mart.
Ia juga menegaskan dukungan penuh Pemprov NTT terhadap kebijakan nasional alokasi 20 persen Dana Desa untuk kedaulatan pangan, sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Gubernur Melki turut mengapresiasi penegasan Menteri Desa Yandri Susanto pada peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, bahwa pembangunan desa membutuhkan kerja kolaboratif dengan semangat “Supertim, bukan Superman.” Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, desa, swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa di NTT.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena mengajak seluruh masyarakat desa di NTT untuk memperkuat koperasi, menyukseskan program OVOP, menjaga kedaulatan pangan, serta bersama-sama membangun desa yang mandiri, produktif, dan bermartabat.
“Bangun Desa, Bangun NTT, Bangun Indonesia,” pungkasnya.
Editor : Boni Atolan

















