Kupang, Selasa (13/1/2026) –
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan bahwa keluarga merupakan titik awal pembangunan daerah sekaligus fondasi utama ketahanan bangsa. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Perayaan Natal Bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Aula El Tari, Kupang.
Menurut Gubernur Melki, berbagai persoalan serius yang masih dihadapi NTT, seperti stunting, kemiskinan, kemiskinan ekstrem, serta rendahnya kualitas pendidikan, tidak terlepas dari melemahnya peran keluarga. “Jika keluarga goyah, maka struktur sosial yang lebih besar juga akan ikut goyah. Karena itu, penguatan keluarga harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keluarga merupakan ruang pertama pembentukan karakter, nilai, dan moral generasi muda NTT. Di tengah tantangan perubahan nilai akibat kemajuan teknologi dan meningkatnya arus individualisme, Gubernur mengingatkan pentingnya menjaga nilai gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan yang berakar pada Pancasila.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Melki, tengah menyiapkan berbagai kebijakan dan regulasi untuk mendukung penguatan keluarga. Namun upaya tersebut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. “Diperlukan kolaborasi semua pihak, mulai dari instansi vertikal, BUMN, BUMD, ASN, LSM, hingga tokoh agama,” ujarnya.
Dalam momentum perayaan Natal,
Gubernur Melki juga menekankan pentingnya integritas dan kasih dalam pelayanan publik. Menurutnya, integritas akan menjaga ASN tetap bekerja secara lurus dan bertanggung jawab, sementara kasih memastikan pelayanan diberikan dengan pendekatan kemanusiaan. “Jika integritas dan kasih berjalan bersama, negara benar-benar hadir membawa harapan dan keadilan bagi masyarakat,” katanya.
Gubernur Melki mengakui bahwa tahun 2025 masih diwarnai berbagai tantangan, termasuk persoalan stunting, kemiskinan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta keterbatasan transportasi. Meski demikian, ia optimistis NTT memiliki potensi besar untuk bangkit dan berkembang.
Sejumlah agenda strategis juga terus dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi NTT, di antaranya peluang keterlibatan NTT sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), serta rencana pembangunan Sekolah Rakyat guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan disiplin, etos kerja, serta tanggung jawab moral dalam melayani masyarakat. Ia berharap damai Natal dan semangat tahun baru dapat memperkuat persaudaraan dan menjadi landasan dalam membangun NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.
Editor : Boni Atolan

















