banner 728x250

Desa Lakekun Barat Gelar Ritual Hatene Rai Sebelum Pembangunan Gedung Kopdes Merah Putih

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, 10 Januari 2026 —

Pemerintah Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, menggelar ritual adat Hatene Rai sebelum dimulainya pembangunan Gedung dan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Lakekun Barat, Sabtu (10/1/2026).

banner 325x300

Kepala Desa Lakekun Barat, Hendrik Seran, menjelaskan bahwa ritual Hatene Rai merupakan tradisi adat yang wajib dilaksanakan sebelum pembangunan fasilitas yang diperuntukkan bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Ritual ini dimaknai sebagai permohonan izin dan restu kepada leluhur, tanah, dan air sebagai sumber kehidupan, agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat ke depan.

“Pembangunan ini menyangkut kepentingan banyak orang. Karena itu, kami meminta izin kepada para leluhur agar tanah dan air mendukung semua rencana pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Desa Lakekun Barat,” ujar Hendrik Seran dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, Desa Lakekun Barat berada dalam tiga sadan besar, yakni Sadan Serin, Sadan Mantaran Raisiwi, serta Sadan Suman Matan We Matek We Bua Matan. Oleh karena itu, ritual tersebut dihadiri para ketua suku dan tokoh adat setempat, di antaranya Arnoldus Taek Bria selaku Ketua Suku Foho Bot Rai Bot Mantaran Raisiwi yang sekaligus memimpin jalannya ritual, Ketua Suku Loro Kida, Ketua Suku Loro Mer, Ketua Suku Besituan Lanurak, dan Ketua Suku Lalawa. Turut hadir pula tokoh masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lakekun Barat, Napoleon Do Santos.
Lebih lanjut, Hendrik Seran menyampaikan bahwa pembangunan kantor dan gerai Koperasi Desa Merah Putih disambut baik oleh seluruh masyarakat karena dinilai menjadi salah satu pilar penting penggerak perekonomian desa.

Menurutnya, keberadaan koperasi ini diharapkan mampu membangkitkan roda ekonomi warga, khususnya di sektor pertanian.
Desa Lakekun Barat, kata dia, memiliki potensi pertanian yang besar dengan luas lahan basah mencapai sekitar 420 hektare dan lahan kering sekitar 275 hektare. Potensi tersebut akan diprioritaskan melalui pengembangan usaha koperasi sebagai produsen hasil bumi, seperti padi sawah, jagung, dan kacang hijau.

Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih juga akan mengembangkan gerai penunjang sektor pertanian dan peternakan, termasuk penyediaan obat-obatan pertanian, obat ternak, pupuk, kebutuhan sembako, serta layanan simpan pinjam. Layanan simpan pinjam ini direncanakan bekerja sama dengan kelompok-kelompok tani guna mendukung pengembangan usaha pertanian masyarakat.

“Harapan masyarakat, kehadiran Kopdes Merah Putih dapat mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, menghilangkan praktik ijon, serta mengurangi ketergantungan pada koperasi mingguan, harian, dan bulanan yang selama ini sangat memberatkan petani,” pungkas Hendrik Seran.

 

Laporan : Dian Abanit

banner 325x300
error: Content is protected !!