banner 728x250

Wagub Kepri Tanam Cabai di Galang Baru, Dorong Kemandirian Pangan Daerah

Produksi cabai lokal Kepulauan Riau masih jauh dari kebutuhan, pemerintah dan petani didorong memperkuat pertanian modern dan berkelanjutan

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Batam – Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menghadiri kegiatan penanaman perdana bibit cabai hijau dan cabai merah di Pantai Halona, Galang Baru, pada Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan ini diinisiasi oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Dalam sambutannya, Nyanyang mengapresiasi inisiatif HKTI dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk terus mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian.

banner 325x300

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau senantiasa mendukung berbagai upaya pembangunan daerah, terutama yang berkaitan dengan pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Nyanyang.

Menurut dia, penanaman cabai ini sejalan dengan visi HKTI untuk mewujudkan petani Indonesia yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing global melalui transformasi pertanian yang modern dan berkelanjutan. Dia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah konkret dalam mendorong pemberdayaan petani, modernisasi pertanian, serta perjuangan hak-hak petani.

Nyanyang juga menekankan peran strategis petani dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Keberhasilan sektor pertanian, kata dia, sangat menentukan tingkat kemandirian dan kecukupan pangan masyarakat.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung dan terlibat aktif dalam berbagai aktivitas pertanian demi terwujudnya ketahanan pangan di Kepulauan Riau,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Nyanyang memaparkan data kebutuhan cabai di Kepulauan Riau berdasarkan Laporan Akhir Neraca Bahan Makanan Tahun 2025. Produksi cabai besar lokal tercatat sebesar 4.508 ton per tahun, sementara kebutuhan mencapai 12.074 ton per tahun. Artinya, produksi daerah baru mampu memenuhi sekitar 37,38 persen kebutuhan cabai besar.

Adapun untuk cabai rawit, kebutuhan mencapai 7.236 ton per tahun atau sekitar 641 ton per bulan. Namun, produksi lokal baru berada di angka 1.488 ton per tahun atau sekitar 124 ton per bulan. Tingkat pemenuhan kebutuhan cabai rawit pun masih sekitar 19,34 persen.

“Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan dan kemampuan produksi. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk terus mengembangkan sektor pertanian di Kepulauan Riau,” ujar Nyanyang.

Dia menambahkan, tantangan seperti perubahan iklim dan keterbatasan lahan perlu dijawab dengan solusi yang adaptif dan efisien. Sejumlah pendekatan yang dapat diterapkan antara lain modernisasi pertanian, mekanisasi, digitalisasi, hingga pengembangan urban farming.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kata dia, terus memberikan dukungan melalui berbagai program, seperti pengembangan pertanian lahan kering, diversifikasi tanaman, serta penguatan dukungan dan kemitraan yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.

Menutup sambutannya, Nyanyang berharap penanaman cabai perdana ini menjadi langkah awal yang memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian daerah.

“Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik, menghasilkan panen yang berlimpah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya bagi HKTI Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (KP2KH) Provinsi Kepulauan Riau, pengurus dan anggota DPD HKTI Provinsi Kepulauan Riau, serta tamu undangan lainnya.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Iw

banner 325x300
error: Content is protected !!