MALAKA –
Kepala Desa Oan Mane, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nor Nahak, menilai pembangunan tanggul penahan banjir di wilayahnya terbukti efektif melindungi lahan pertanian, pemukiman warga, serta aset pemerintah dari ancaman banjir tahunan.
“Jika pembangunan tanggul dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, masyarakat bisa benar-benar bebas dari banjir,” kata Nor Nahak, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan tanggul tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga memiliki nilai tambah sebagai infrastruktur pendukung sektor pertanian. Tanggul berpotensi dimanfaatkan sebagai jalan usaha tani (JUT) yang dinilai lebih stabil, tidak mudah rusak, dan mampu memperlancar distribusi hasil panen petani.
Pada musim panen tanam ketiga (MT3), jalur di atas tanggul tersebut ramai digunakan petani untuk mengangkut hasil pertanian dari sawah menuju permukiman dan pusat distribusi. Namun demikian, Nor mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan di kawasan perkebunan yang tertimbun sedimen akibat banjir sebelumnya dan membutuhkan penanganan lanjutan.
“Kami mendorong agar jalan di wilayah Busabelo, Manu Oan, dan Laetua bisa diperbaiki kembali supaya akses masyarakat, terutama petani, dapat kembali normal,” ujarnya.
Nor Nahak juga menegaskan bahwa pembangunan tanggul penahan banjir merupakan salah satu program unggulan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (SBS–HMS) periode 2025–2030.
Program tersebut dinilai sangat strategis karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Setiap tahun masyarakat Malaka selalu diterjang banjir bandang. Namun setelah dibangun tanggul penahan banjir, rakyat serta aset pemerintah kini lebih terlindungi dan tidak lagi mengalami kerusakan seperti sebelumnya,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tanggul di Desa Oan Mane dapat menjadi contoh bagi wilayah lain yang memiliki karakteristik rawan banjir. Ia berharap program pengendalian banjir terus mendapat dukungan lintas sektor agar pembangunan infrastruktur berbasis perlindungan lingkungan dan ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan.
Editor : Boni Atolan

















