Malaka, 24 Desember 2024 –
Suasana damai dan sukacita Natal mengiringi kunjungan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), beserta jajaran pemerintahan daerah ke Paroki Rafau, Kecamatan Laenmanen, Rabu (24/12/2024) malam. Dalam perayaan Misa Natal tersebut, Bupati Stefanus menekankan pentingnya persatuan dan mengajak seluruh masyarakat melampaui sekat-sekat politik pascapenyelenggaraan Pilkada.
“Pilkada sudah selesai. Yang ada saat ini adalah rakyat Indonesia yang tinggal di Kabupaten Malaka. Mari kita bergandengan tangan mengurus rakyat tanpa sekat-sekat,” seru Bupati Stefanus di hadapan umat. Ia mengingatkan bahwa setelah pelantikan 20 Februari 2025, fokus seluruh pihak harus tercurah pada pembangunan dan pelayanan untuk semua warga Malaka tanpa memandang latar belakang dukungan politik.
Respons Cepat Terhadap Aspirasi Umat
Dalam homilinya, Romo Agus, Pastor Paroki Rafau, menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi masyarakat, salah satunya adalah kondisi Jembatan Numponi. Menanggapi hal ini, Bupati menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan persoalan infrastruktur tersebut.
“Saya minta kepada Kadis PU dan Kadis Penanggulangan Bencana untuk mengawal pembangunan Jembatan Numponi. Sebelum masa jabatan kami berakhir, jembatan ini harus sudah selesai dikerjakan, apapun alasannya,” tegas Bupati. Ia menjelaskan bahwa seluruh dokumen perencanaan telah disampaikan ke pemerintah pusat, akan diikuti dan dikawal pada tahun 2026. Untuk tahun ini, pekerjaan telah dimulai dengan pengerjaan jalan simpang Umasukaer-Balibo.
Visi dan Fokus Pembangunan Malaka
Bupati Stefanus menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk berkampanye, melainkan sebagai wujud komitmennya melayani hingga akhir masa jabatan. Ia menyampaikan dua motivasi kerjanya: meninggalkan warisan yang dikenang anak cucu dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya agar kelak berpulang bisa diterima Tuhan .
Dalam kesempatan Misa Natal Bupati Perdana Malaka itu memaparkan program yang dilaksanakan untuk melayani rakyat.
Berikut adalah lima fokus utama Pemerintah Kabupaten Malaka saat ini:
1. Ketahanan Pangan: Menggarap tanah seluas 3.000 hektar lebih secara gratis untuk masyarakat, guna memastikan tidak ada rakyat yang kelaparan di tanah yang subur.
2. Kesehatan: Memastikan akses layanan kesehatan optimal dan berkualitas bagi semua pemegang KTP Malaka, dengan biaya ditanggung pemerintah daerah.
3. Infrastruktur Dasar: Terus memperbaiki jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian.
4. Pengembangan SDM: Membangun kualitas sumber daya manusia anak-anak Malaka agar berdaya saing.
5. Olahraga Prestasi: Mendukung penuh pengembangan bakat olahraga, ditandai dengan keberhasilan tim sepak bola Malaka di tingkat nasional dan penyebaran Sekolah Sepak Bola (SSB) di semua kecamatan.
Dukungan untuk Kehidupan Beragama
Dalam semangat Natal, Bupati juga mengumumkan bentuk dukungan pemerintah bagi kegiatan keagamaan. Pada tahun 2026, Paroki Rafau bersama Paroki Nurobo, Kaputu, Wekfau, dan Betun akan menerima bantuan mobil operasional. Sementara untuk renovasi gereja, Paroki Rafau diagendakan pada tahun 2027, dan diminta segera mengajukan proposal. Beberapa gereja lainnya seperti Kamanasa, Besikama, Kleseleon, dan Kapela Haitimuk telah masuk dalam rencana renovasi tahun 2026.
Sebagai kenang-kenangan atas perayaan Natal yang khidmat, Bupati Stefanus Bria Seran juga memberikan sumbangan seragam bagi koor Paroki Rafau yang memukau dengan alunan lagu pujian.
Kerja Nyata tanpa Kemewahan
Di akhir sambutannya, Bupati menegaskan prinsip kepemimpinannya yang sederhana dan dekat dengan rakyat. “Ada yang bertanya kenapa tidak menggunakan kantor dan rumah jabatan yang bagus. Saya malu menempatinya sementara rakyat masih susah dan jalan masih berlubang,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Camat Laenmanen, serta Kepala Desa setempat, mencerminkan kebersamaan pemerintah dengan masyarakat dalam merayakan kedamaian Natal sekaligus berkomitmen untuk membangun Malaka yang lebih maju dan bersatu. ****

















