banner 728x250

Malaka Serius Urus Kebersihan Lingkungan, Instruksikan Prioritas di APBDes 2026

banner 120x600
banner 468x60

Betun, 13 Desember 2025 –

Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (SBS-HMS) menetapkan isu kebersihan lingkungan sebagai agenda strategis prioritas memasuki tahun 2026. Komitmen ini ditegaskan agar kebersihan menjadi budaya kerja dan budaya hidup masyarakat di seluruh desa.

banner 325x300

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malaka, Frida Fahik, menyatakan bahwa kebersihan bukan lagi urusan kecil, melainkan penanda kesadaran dan kesehatan suatu desa. “Harapan besar di awal 2026, semua stakeholder di Kabupaten Malaka harus benar-benar memperhatikan masalah kebersihan. Ini harus menjadi budaya bersih dan budaya kerja,” tegas Frida Fahik di Betun, Sabtu (13/12/2025).

Instruksi Bupati dan Wakil Bupati menekankan bahwa pembersihan lingkungan bukan kegiatan seremonial belaka, melainkan bagian integral dari pembangunan karakter masyarakat. Program Jumat Bersih yang sudah berjalan dinilai baik, namun perlu diperkuat dengan partisipasi aktif seluruh warga, bukan hanya aparat desa.

Salah satu langkah konkret yang diinstruksikan adalah memprioritaskan pengelolaan sampah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2026. Frida Fahik mendorong setiap desa untuk mengalokasikan dana khusus dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk pembuatan Tempat Penampungan Sementara (TPS), pengadaan tempat sampah di fasilitas umum, edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, dan transportasi sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Tanpa dukungan anggaran yang jelas, program kebersihan hanya akan berhenti di wacana,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan teknis di lapangan, Kepala Bidang Persampahan DLH Malaka, Yan Tae Seran, siap mengamankan instruksi pimpinan daerah tersebut. “Kami siap mengawal implementasi di lapangan sesuai kewenangan teknis,” kata Yan Tae Seran.

Gerakan ini juga melibatkan sekolah dan pemuda sebagai penggerak. Sekolah diharapkan menyediakan tempat sampah terpilah dan mengadakan kegiatan bersih-bersih, sementara pemuda didorong menjadi agen perubahan. Camat juga diminta aktif memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan gerakan kebersihan di desa-desa.

“Desa yang bersih adalah hasil kesadaran kolektif. Mari jaga lingkungan mulai dari rumah masing-masing. Desa Bersih, Masyarakat Sehat, Malaka Hebat,” pungkas Frida Fahik mengakhiri pernyataannya.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!