banner 728x250

Swasembada Pangan Dimulai dari Tambak: Malaka Jadikan Lahan Pemerintah Penghasil Ikan untuk Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

BETUN, 13 Desember 2025 –

Di tengah tantangan ketahanan pangan, Kabupaten Malaka mengambil langkah praktis dengan mengoptimalkan tambak milik pemerintah untuk budidaya ikan bandeng. Program ini tidak hanya mengejar angka Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi lebih jauh, bertujuan menjamin ketersediaan pangan protein hewani yang terjangkau bagi warganya.

banner 325x300

“Filosofi kami, aset negara harus kembali ke rakyat. Tambak ini akan menjadi penstok ikan bandeng segar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Malaka, terutama di momen-momen adat seperti ‘sambut baru’,” ujar Plt. Kadis Perikanan dan Kelautan, Yanuarius Tae Seran, ST, Sabtu (13/12/2025).

Keberhasilan panen perdana 150 kg ikan bandeng di Etuwain, Kamis (11/9/2025), menjadi titik awal yang mengkonkretkan visi tersebut. Ikan hasil panen dengan harga Rp 50.000/kg terbukti laku di pasar lokal, menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan dan mampu mengakses produk lokal berkualitas.

Kegiatan yang dihadiri pejabat seperti Asisten I Setda Dr. Yohanes Bernando Seran ini merupakan bentuk komitmen pemerintah mendorong kemandirian pangan. Program ini juga dirancang sebagai pusat pembelajaran bagi kelompok pembudidaya ikan rakyat (pokdakan).

“Kami ingin tambak pemerintah ini menjadi sekolah lapangan. Masyarakat bisa belajar teknik budidaya yang baik di sini, lalu menerapkannya di lahan sendiri. Dampaknya akan berlipat: pangan aman, usaha rakyat tumbuh,” jelas Yan.

Dukungan penuh dari kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran dan Wabup Henri Melki Simu mengukuhkan bahwa pengembangan perikanan budidaya adalah jalan menuju kedaulatan pangan Malaka.

“Ini adalah langkah nyata membangun ketahanan pangan dari bawah. Dengan menguasai produksi, kita bisa mengontrol harga dan ketersediaan. Kesejahteraan dimulai dari piring yang terisi,” pungkasnya.

 

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!