banner 728x250

Pacul Tanah Gratis Capai 93,5%, Pemkab Malaka Akan Evaluasi dan Prioritaskan Daerah Bermasalah

banner 120x600
banner 468x60

BETUN, 12 Desember 2025 –

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pengolahan lahan (pacul tanah) gratis. Evaluasi ini menyusul kendala yang dihadapi di lapangan, seperti di Kecamatan Laenmanen, di mana tanah menjadi terlalu lengket untuk diolah saat awal musim hujan, bahkan menyebabkan traktor terbenam.

banner 325x300

Hal ini disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, saat membuka Rapat Koordinasi Perumusan Target Kinerja dan Rencana Aksi Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2025, di Aula Kantor Bupati, Jumat (12/12/2025).

“Tahun depan prioritaskan Laenmanen karena di musim penghujan sulit untuk dipacul. Perlu dicek dan lakukan pemetaan daerah mana yang harus didahulukan paculnya seperti contoh kasus di kecamatan Laenmanen,” tegas Bupati Stefanus Bria Seran.

Program Pacul Tanah Gratis merupakan salah satu program prioritas Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (SBS-HMS) periode 2025-2030 di bidang pertanian, yang tertuang dalam Perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Capai 2.805 Hektare, Empat Kecamatan Lewati Target

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka mengumumkan capaian sementara program pengolahan lahan kering gratis menggunakan traktor roda empat (TR-4) telah mencapai 93,52% dari target 3.000 hektare (ha). Realisasi hingga pertengahan Desember 2025 ini setara dengan 2.805,58 ha.

“Program ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung petani dalam penyiapan lahan, mengurangi beban biaya, dan mendorong peningkatan produksi pertanian,” jelas Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Pertanian , Laurensius Bere, dalam rilis resminya, Jumat (12/12/2025).

Dari 12 kecamatan sasaran, empat di antaranya bahkan telah melampaui target lebih dari 100%:

1. Sasita Mean: 203,22% (101,61 ha dari target 50 ha)
2. Malaka Timur: 145,64%
3. Botin Leobele: 134,60%
4. Kobalima Timur: 121,35%

Kecamatan Weliman (115,04%) dan Malaka Barat (102,43%) juga mencatatkan realisasi di atas target.

Beberapa Wilayah Masih di Bawah Target, Akan Jadi Fokus Evaluasi

Meski secara keseluruhan capaian tinggi, beberapa kecamatan masih mencatat realisasi di bawah 100%, antara lain:

· Wewiku (66,49%)
· Rinhat (77,79%)
· Kobalima (77,20%)
· Laenmanen (72,25%)

Rendahnya realisasi di Laenmanen diduga kuat terkait dengan kondisi tanah yang bermasalah saat musim hujan, seperti yang disinggung Bupati. Hal inilah yang akan menjadi fokus pemetaan dan evaluasi untuk penjadwalan ulang yang lebih tepat.

Program yang berjalan sejak Agustus 2025 ini memanfaatkan 26 unit traktor. Pengolahan tanah tertinggi terjadi pada September (903,03 ha) dan Oktober (795,62 ha).

Kedepan, evaluasi dan pemetaan yang lebih cermat diharapkan dapat mengoptimalkan program ini, memastikan bantuan tepat waktu, dan menghindari kendala teknis seperti yang terjadi, sehingga dapat lebih efektif mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Malaka.

Editor: Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!