Malaka, 12 Desember 2025 –
Pemerintah Kabupaten Malaka, melalui Dinas Pertanian, gencar mendukung ketahanan pangan dengan menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian kepada ribuan petani jagung. Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Provinsi, dan aspirasi anggota DPD RI itu mencakup benih jagung, pupuk NPK, hingga obat-obatan pertanian. Meski beberapa program telah terealisasi 100%, penyaluran untuk bantuan terbesar dari APBD II masih terus dikejar.
Bantuan APBD II: Skema Besar dengan Tantangan Distribusi
Program bantuan terbesar tahun ini berasal dari APBD Kabupaten Malaka, dengan dua skema penyaluran: Pergeseran dan Tambahan.
Data Dinas Pertanian menunjukkan, untuk skema Pergeseran APBD II, bantuan telah menjangkau 2.895 petani yang tergabung dalam 154 kelompok tani di 90 desa. Alokasi bantuan yang disiapkan sangat besar, yaitu 30.000 kilogram benih jagung dan 112.500 kilogram pupuk NPK untuk menggarap lahan seluas 1.500 hektare.
Namun, realisasi di lapangan belum sepenuhnya merata. Hingga laporan ini dibuat, penyaluran benih baru dilakukan secara penuh di tiga kecamatan: Sasitamean, Laenmanen, dan Io Kufeu. Sementara itu, seluruh alokasi pupuk NPK untuk skema ini belum disalurkan sama sekali.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Laurensius Bere ketika dikonfirmasi, mengatakan bahwa penyaluran ke kecamatan lain akan segera menyusul. “Untuk kecamatan lainnya, penyaluran benih akan kami laksanakan setelah proses pemesanan dan logistik kami pastikan lengkap. Sedangkan untuk pupuk, kami sedang mempercepat proses pengadaannya,” ujarnya.
Skema Tambahan APBD II menambah cakupan bantuan untuk 1.956 petani di 68 desa. Skema ini mengalokasikan 75.000 kg pupuk NPK dan 2.200 kg benih jagung (khusus untuk Kecamatan Wewiku) guna menggarap lahan tambahan seluas 1.000 hektare.
Realisasi Parsial: 6 Kecamatan Sudah Terima Benih
Dari data realisasi fisik terbaru, setidaknya 6 kecamatan telah menerima bantuan benih dari skema Pergeseran APBD II. Keenam kecamatan tersebut adalah Io Kufeu, Sasitamean, Botinleobele, Laenmanen, Malaka Timur, dan Kobalima.
Secara rinci, dari total 31 desa dan 859 anggota kelompok tani di keenam wilayah tersebut, telah disalurkan 10.000 kg benih jagung. Angka ini merupakan bagian dari total 30.000 kg yang dianggarkan. Pencatatan ini menunjukkan bahwa sepertiga dari total bantuan benih APBD II Pergeseran telah sampai di tangan petani.
Program Lain Tuntas 100%: Provinsi dan Aspirasi DPD
Sebelum program APBD II digulirkan, dua program bantuan lain telah berhasil diselesaikan dengan realisasi 100%.
Bantuan Benih Jagung dari Pemerintah Provinsi untuk Musim Tanam I telah diterima secara penuh oleh 2.171 petani di 58 desa se-Kabupaten Malaka. Sebanyak 17.400 kg benih telah ditanam di lahan seluas 1.160 hektare.
Sementara itu, Bantuan Aspirasi Anggota DPD RI juga tersalurkan sepenuhnya, meski dengan sasaran yang lebih spesifik. Bantuan sebanyak 750 kg benih telah digunakan oleh 100 petani di 3 desa di Kecamatan Wewiku untuk mengolah lahan seluas 50 hektare.
APBD I: Bantuan Lengkap dengan ZPT dan Insektisida
Program APBD I tahun ini memiliki nilai tambah karena tidak hanya menyediakan benih, tetapi juga sarana pendukung. Bantuan ini difokuskan pada dua kecamatan: Weliman dan Kobalima.
Secara total, 1.500 kg benih jagung, 400 liter Zat Pengatur Tumbuh (ZPT), dan 400 liter insektisida telah dianggarkan untuk 193 petani. Dinas Pertanian melaporkan bahwa penyaluran benih dan ZPT telah mencapai 100%. Namun, distribusi insektisida masih dalam proses penyelesaian.
Dinas Pertanian: Berkomitmen Percepat Penyaluran
Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Malaka menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses distribusi, khususnya untuk pupuk NPK dari APBD II dan insektisida dari APBD I.
“Kami memahami kekhawatiran petani. Tim kami sedang bekerja keras mengatasi kendala administratif dan logistik. Target kami, seluruh bantuan yang dianggarkan dapat segera dimanfaatkan di lapangan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani jagung di Malaka,” pungkas Kadis Pertanian.
Dengan berbagai program tersebut, total kumulatif bantuan yang digelontorkan untuk sektor pertanian jagung di Malaka pada tahun ini diperkirakan mencakup lebih dari 7.000 petani, luas lahan hampir 4.000 hektare, dengan total anggaran benih melebihi 51.000 kg dan pupuk NPK 187.500 kg.
Editor : Boni Atolan

















