Menyoroti musibah banjir bandang di Sumatera Utara,Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, mendorong percepatan pembangunan tanggul dan penguatan tebing di sejumlah titik rawan di Malaka. Beliau menegaskan, pemerintah harus proaktif melindungi rakyat sebelum bencana datang.
BETUN,11 Desember 2025 –
Tidak hanya fokus pada pembenahan birokrasi, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, juga menyoroti dengan serius ancaman bencana alam yang kerap melanda wilayahnya. Disela membuka seleksi pejabat, Bupati SBS menyampaikan perintah tegas untuk membangun infrastruktur pengendali banjir dan longsor bagi daerah yang berpotensi bencana
“Kita harus belajar dari pengalaman, jangan sampai seperti yang terjadi di Sumatera Utara. Kita harus proaktif melindungi rakyat. Karena ketika banjir datang, kita tidak bisa melawan air,” ujar Bupati dengan penuh kekhawatiran. Pernyataan ini menjadi dasar kebijakan percepatan pembangunan tanggul sebagai upaya struktural mencegah banjir.
Adapun lokasi yang menjadi prioritas pembangunan tanggul adalah di Desa Oanmane dan Desa Motaain di Kecamatan Malaka Barat, serta Desa Naimana di Aintasi, Kecamatan Malaka Tengah. Pemilihan lokasi ini berdasarkan kerentanan daerah tersebut terhadap luapan air yang dapat mengancam pemukiman dan lahan produktif warga.
Selain banjir, ancaman lain yang tak kalah serius adalah longsor. Bupati secara khusus menyebutkan program penguatan tebing di Desa Oekmurak, Kecamatan Rinhat. “Di Oekmurak, banjir dan longsor sudah menggerus puluhan hektar lahan pertanian masyarakat dan sudah memasuki pemukiman penduduk . Ini kerugian yang sangat besar bagi petani dan warga,” jelasnya sambil menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam.
“Pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat ancaman ini. Namun, harus ada upaya konkrit untuk melindungi rakyat dari bencana banjir dan longsor,” tegas Bupati . Perintah ini sekaligus menjadi pesan bagi para calon pimpinan daerah yang sedang diseleksi, bahwa kepemimpinan yang baik harus memiliki kepekaan dan komitmen terhadap keselamatan dan kesejahteraan dasar masyarakat, termasuk perlindungan dari ancaman alam. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Malaka yang tinggal di daerah rawan.
Editor : Boni Atolan

















