Radar Perbatasan, Batam – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, membuka awal pekan dengan suasana yang menyerupai pulang kampung: hangat, penuh senyum, dan ramai cerita. Dia menerima kunjungan silaturahmi Ikatan Keluarga Minang (IKM) DPW Kepri di Gedung Graha Kepri lantai 6, pada Senin, 8 Desember 2025.
Bagi yang mungkin belum akrab, IKM adalah organisasi besar yang menaungi para perantau Minang di seluruh Indonesia. Namanya besar, anggotanya tersebar di 27 provinsi, dan karakter perantaunya sudah terkenal: kalau tidak berdagang, ya menjadi tokoh masyarakat. Rombongan IKM Kepri yang hadir dipimpin oleh Ketua DPW Kepri Momon Faulanda Adinata, lengkap dengan para wakil dan perwakilan IKM dari Batam hingga Tanjungpinang.
“Alhamdulillah akhirnya kali ini bisa bersilaturahmi. Sudah lama direncanakan, tapi baru bisa terwujud Senin yang hangat ini,” ujar Wagub Nyanyang membuka sambutan, seolah mempertegas bahwa silaturahmi itu kadang nasibnya mirip rencana diet, sering tertunda, tapi tetap niatnya baik.
Dalam kesempatan itu, Nyanyang menegaskan apresiasi Pemerintah Provinsi Kepri terhadap kehadiran IKM yang ikut memperkaya keragaman budaya. Menurutnya, keberagaman ini bukan hanya soal warna pakaian adat atau jenis kuliner yang dijajakan di setiap sudut kota, tetapi juga bagian dari kekuatan sosial yang turut mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri hingga berada di peringkat ketiga nasional.
Tak berhenti di sana, Nyanyang juga mengajak IKM untuk terus terlibat aktif dalam pembangunan.
“Ke depan, kami berharap partisipasi Keluarga Besar IKM Kepri tetap mengalir, agar Kepri bisa berkembang menjadi daerah yang maju, makmur, dan merata,” katanya.
Dalam momen yang sama, Nyanyang turut menyampaikan kabar baik: pegawai Pemprov Kepri, baik PNS maupun PPPK, telah mengumpulkan sumbangan sebesar ± Rp3 miliar untuk membantu wilayah-wilayah Sumatera yang terdampak bencana, termasuk Sumatera Barat, kampung halaman banyak anggota IKM.
Silaturahmi ini pada akhirnya bukan hanya pertemuan formal di ruang rapat, tetapi pertemuan emosional antara pemerintah daerah dan keluarga besar perantau Minang. Sebuah pengingat bahwa di balik urusan pembangunan dan anggaran, ada nilai-nilai kekeluargaan yang tetap menjadi fondasi Kepri.
Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Iw

















