banner 728x250

Kuliah Umum HARKORDIA 2025 di UMRAH: Ketika Semangat Antikorupsi Bertemu Harapan Generasi Muda

Kejati Kepri mengajak mahasiswa menjadi wajah baru perlawanan terhadap korupsi, bukan sekadar paham hukum, tapi berani menjaga integritas

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Jika ada yang mengira gerakan antikorupsi itu selalu penuh formalitas dan pidato kaku, Kuliah Umum HARKORDIA 2025 di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), pada Senin, 8 Desember 2025, berhasil membantahnya. Sekitar 180 mahasiswa dan civitas akademika memenuhi ruangan dengan antusiasme yang terasa nyata, seolah agenda serius tentang korupsi berubah menjadi ruang dialog yang hidup, kritis, dan penuh semangat.

Kegiatan yang digelar Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau ini mengusung tema yang terdengar sederhana tapi menggedor nurani: “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat.” Tim Harkordia Kejati Kepri dipimpin langsung oleh Asisten Tindak Pidana Khusus, Ismail Fahmi, bersama jajaran dari Bidang Pidsus dan Penkum. Mereka datang bukan hanya untuk ceramah, tetapi membawa misi besar: menanamkan nilai integritas, membangun kesadaran, dan menyalakan tekad antikorupsi dalam benak generasi muda.

banner 325x300

Korupsi: Ancaman Sunyi yang Menggerogoti Negara

Dalam pemaparannya, Ismail Fahmi tidak berputar-putar. Dia langsung menempatkan korupsi sebagai musuh bersama, bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman nyata terhadap stabilitas negara dan kesejahteraan rakyat.

“Korupsi merusak moralitas, menghambat demokrasi, dan menciptakan kemiskinan struktural,” tegasnya.

Pesannya sederhana tapi keras: korupsi bukan sekadar soal hukum, melainkan soal masa depan bangsa.

Dia juga menjelaskan peran strategis Kejaksaan dalam penyidikan, penuntutan, hingga pemulihan kerugian negara melalui asset tracing, penyitaan, perampasan aset, hingga gugatan perdata. Mahasiswa diajak memahami jenis-jenis korupsi yang kerap terjadi, dari suap, gratifikasi, hingga benturan kepentingan dalam pengadaan barang/jasa. Semua dijabarkan lugas, tanpa jargon berlebihan.

Isu Prioritas: Dari Pangan Hingga Energi

Materi semakin menarik ketika Aspidsus menjelaskan bahwa fokus pemberantasan korupsi kini merambah sektor-sektor vital: swasembada pangan, energi, air, ekonomi hijau, ekonomi biru, hingga ekonomi kreatif, semua bagian dari Asta Cita ke-2 Presiden dan Wakil Presiden 2024–2029.

Yang menarik, dia menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi tidak bisa diukur hanya dari jumlah perkara, tetapi harus dilihat dari perbaikan tata kelola dan pemulihan aset negara.

Dan di sinilah peran mahasiswa dianggap penting: menjadi agen perubahan yang memegang teguh 9 Nilai Integritas, jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.

Pesan Rektor: Integritas itu Identitas

Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti, hadir dan memberikan sambutan yang menguatkan. Menurutnya, komitmen antikorupsi bukan sekadar program tahunan, tetapi identitas yang harus melekat di civitas akademika.

“Kami bertekad menjadi teladan dalam gerakan antikorupsi, dan kita semua adalah bagian dari perubahan itu,” ujarnya.

Ajakan itu terasa bukan sebagai formalitas, tetapi sebagai penegasan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berintegritas.

Sesi Tanya Jawab: Mahasiswa Menguji Nyali dan Nalar

Bagian paling hidup dari acara ini adalah sesi tanya jawab. Mahasiswa dan dosen berani mengangkat isu-isu sensitif, mempertanyakan efektivitas penindakan, hingga menyinggung fenomena “gratifikasi yang dinormalisasi”. Tim Harkordia menjawab semua pertanyaan dengan lugas, tanpa menghindar

Sebagai bentuk apresiasi, panitia membagikan kaos dan stiker bertema Harkordia bagi peserta yang aktif bertanya, suasana seketika berubah hangat dan penuh tawa, tapi esensinya tetap sama: antikorupsi harus jadi budaya, bukan sekadar slogan.

Akhir Acara: Semangat yang Tidak Ingin Padam

Selain mahasiswa, kegiatan ini juga dihadiri Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, dosen, Forkopimda Tanjungpinang, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur ini seolah menegaskan satu hal: bahwa gerakan antikorupsi tidak dapat dikerjakan sendirian.

HARKORDIA 2025 di UMRAH mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi semangat yang ditinggalkan jauh lebih panjang umurnya, semangat untuk menjaga integritas dalam hal-hal kecil, menolak gratifikasi “sepele”, hingga berani bersikap ketika melihat penyimpangan.

Dalam dunia yang semakin kompleks, integritas adalah keberanian. Dan keberanian itulah yang, siang itu, dilatih, dirawat, dan diserahkan sebagai tongkat estafet kepada generasi muda Indonesia.

Editor: Budi Adriansyah

 

banner 325x300
error: Content is protected !!